Padang – Universitas Negeri Padang menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Rektorat UNP pada Rabu (28/10).
Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis dari Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta petugas keamanan kampus.
Dalam amanatnya, Menpora mengingatkan bahwa semangat ikrar pemuda 98 tahun lalu harus tetap hidup sebagai karakter generasi penerus bangsa.
Erick Thohir menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak sekadar diukur dari infrastruktur fisik maupun kekayaan material semata.
“Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter,” ujar Menpora dalam amanatnya.
Menpora menekankan pentingnya membentuk pemuda yang memiliki sikap patriotik, gigih, dan berempati dalam menghadapi tantangan zaman.
Ia mengingatkan bahwa semangat patriotisme dan kegigihan harus selalu dibarengi dengan kepekaan nurani terhadap sesama.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegas Menpora dalam pidato tersebut.
Menpora mengajak para pemuda untuk berani bermimpi besar sekaligus memiliki kerendahan hati dalam melayani masyarakat.
Ia menutup amanatnya dengan menekankan bahwa masa depan bangsa merupakan hasil dari kerja keras yang dilakukan secara kolektif saat ini.
Usai upacara, Rektor UNP mengimbau seluruh sivitas akademika agar tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.
Peringatan ini menjadi wujud komitmen UNP dalam menanamkan karakter bagi sivitas akademika.
Kegiatan tersebut juga selaras dengan upaya universitas dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG di bidang kesehatan, pendidikan, dan perdamaian.
Sebagai perguruan tinggi berbadan hukum, UNP terus berupaya mengoptimalkan peran strategisnya menuju universitas berkelas dunia.








Komentar