Wamenaker Dorong Pelatihan Vokasi Sesuai Kebutuhan Industri demi Perluas Lapangan Kerja

Langkah ini dilakukan untuk membekali generasi muda dengan kompetensi sesuai dunia industri.

Surabaya – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri serta akses pekerjaan layak untuk membangun kemandirian ekonomi generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah dalam Kuliah Umum BEM Universitas Airlangga bertajuk Refleksi Sumpah Pemuda ke-98 di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (28/10/2026).

Kementerian Ketenagakerjaan memfokuskan persiapan tenaga kerja muda melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK).

Program tersebut mencakup pengembangan keterampilan, pelatihan ulang, dan sertifikasi kompetensi agar lulusan memiliki daya saing tinggi.

“Kami harapkan dengan pelatihan yang dapat diakses secara terbuka dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang selaras dengan dunia industri,” ujar Afriansyah.

Pemerintah turut memperluas akses kerja melalui mekanisme pemagangan nasional, penyediaan informasi pasar kerja, serta pelindungan hak pekerja.

Guna menjaga relevansi materi pelatihan dengan pasar kerja, kementerian memperkuat kolaborasi strategis bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta.

Afriansyah menegaskan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap alumni pelatihan untuk mengukur efektivitas program dalam membantu peserta memperoleh pekerjaan atau berwirausaha.

Layanan penempatan tenaga kerja harus bersifat inklusif serta terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

“Agenda besar ke depan bertumpu pada perluasan akses, penjagaan inklusivitas, pemastian relevansi, peningkatan mutu, penguatan kolaborasi, serta pengukuran dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” tegas Afriansyah.

Komentar