Penulisan Ulang Berita:
Agam – Sumatra Barat berduka. Budayawan Minangkabau, Yus Datuak Parpatiah, yang dikenal luas melalui rekaman petuah adat dan drama audio sejak era 1980-an, meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026). Kabar duka ini disampaikan oleh Rudi Yudistira, seorang aktivis budaya Sungai Batang yang dekat dengan almarhum.
"Beliau berpulang sekitar pukul 16.30 tadi," ujar Rudi melalui sambungan telepon. "Insya Allah akan dikebumikan Minggu pagi di dekat Masjid Syekh Muhammad Amrullah, Jorong Nagari, Sungai Batang."
Menurut Rudi, Angku Yus Datuak Parpatiah sempat menjalani perawatan di rumah sakit Bukittinggi selama bulan Ramadan. Ia kemudian kembali ke rumah menjelang Idul Fitri dan masih sempat menerima tamu saat Lebaran.
Yus Datuak Parpatiah adalah sosok yang sangat dikenal oleh masyarakat Sumatra Barat, baik di kampung halaman maupun di perantauan. Karya-karyanya yang berupa drama, komedi, monolog, dan petuah adat telah menghasilkan 130 judul sejak tahun 1980 hingga 2015. Beberapa karyanya yang populer antara lain "Di Simpang Duo", "Maniti Buiah", "Kasiah Tak Sampai", "Rapek Mancik", dan "Bakaruak Arang". Ia juga menghasilkan karya petuah adat seperti "Pitaruah Ayah", "Baringin Bonsai", dan "Kepribadian Minang".
Karya-karya Yus Datuak Parpatiah beredar luas dalam bentuk kaset pada era 1980-an hingga 1990-an. Puluhan hingga ratusan ribu kaset dari setiap judul karyanya tersebar di berbagai pelosok Ranah Minang, serta di komunitas Minang di seluruh Indonesia dan mancanegara.
"Saya tak tahu persis berapa jumlah penjualan setiap kaset," ungkap Yus dalam wawancara sebelumnya. "Kontrak saya dengan perusahaan rekaman, sistem ‘jual habis’ sejak dulu. Jadi tak ada royalti, meski kaset laris."
Yus Datuak Parpatiah dikenal sebagai seniman dan budayawan yang kreatif. Ia merekam monolog tentang adat Minangkabau pada pertengahan 1990-an. Gaya penyampaiannya yang menggunakan pepatah dan petitih Minang membuat pesan-pesan adat menjadi mudah dipahami. Hal ini menjadikan Yus Datuak Perpatiah sebagai guru adat bagi banyak orang Minang.
Sejak 10 tahun terakhir, Yus Datuak Parpatiah menetap di kampung halamannya di Nagari Sungai Batang, tepi Danau Maninjau. Di sana, ia masih sering diminta berceramah tentang adat di berbagai forum. Pada tahun 2023, ia menerbitkan buku berjudul "Menyingkap Wajah Minangkabau: Paparan Adat dan Budaya".
Yus Datuak Parpatiah lahir dengan nama Yusbir pada 7 April 1939. Ia meninggal dunia dalam usia hampir 87 tahun, meninggalkan seorang istri, tiga anak, dan sejumlah cucu.






