VAR Piala Dunia 2026 Picu Kontroversi, Messi Lolos Kartu Merah

Jakarta – Piala Dunia 2026 kembali menjadi sorotan akibat penggunaan Video Assistant Referee atau VAR, setelah serangkaian keputusan wasit memicu protes mulai dari gol yang dianulir, penalti yang tak diberikan, hingga kartu merah yang diperdebatkan.

Pada edisi ketiga sejak VAR diterapkan di turnamen sepak bola terbesar dunia itu, FIFA juga memperluas kewenangan teknologi tersebut, termasuk untuk membantu wasit saat terjadi kesalahan identifikasi pemain dalam pemberian kartu kuning.

Namun, alih-alih meredam kontroversi, sejumlah insiden justru memunculkan perdebatan di lapangan dan di tribune penonton.

Mesir sempat mengira unggul 2-0 atas Argentina pada menit ke-53 melalui Mostafa Zico yang memanfaatkan serangan balik cepat, tetapi gol itu dianulir setelah VAR menilai Marwan Attia lebih dulu melanggar Lisandro Martinez.

Pihak Mesir menilai pemeriksaan dilakukan terhadap kejadian yang terlalu jauh dari proses terciptanya gol, lalu menyampaikan protes resmi kepada FIFA seusai pertandingan.

Dalam laga fase grup melawan Inggris, Ghana juga merasa layak mendapat penalti setelah Ezri Konsa menjatuhkan Prince Adu di kotak terlarang.

Namun, wasit bersama VAR tidak menganggap insiden itu sebagai pelanggaran, sehingga keputusan tersebut menjadi salah satu yang paling banyak diperdebatkan sepanjang turnamen.

Brasil juga sempat menambah gol ke gawang Skotlandia lewat Vinicius Junior, tetapi VAR membatalkannya karena menilai sang penyerang lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Jack Hendry saat berebut bola.

Brasil tetap menang, namun keputusan itu tetap menuai perdebatan karena kontak yang terjadi dinilai sangat tipis.

Kolombia kehilangan satu gol saat menghadapi Portugal setelah Davinson Sanchez dinyatakan offside hanya beberapa milimeter berdasarkan pemeriksaan VAR.

Keputusan itu kemudian memunculkan kritik, termasuk dari Wayne Rooney yang kala itu bertugas sebagai komentator dan menilai gol tersebut seharusnya tetap disahkan.

Jerman juga menjadi sorotan ketika mencetak gol saat Pedro Vite masih tergeletak di lapangan usai terkena tendangan sepatu Aleksandar Pavlovic dalam perebutan bola.

VAR tetap membiarkan gol itu sah tanpa peninjauan lanjutan, meski banyak pihak menilai insiden tersebut semestinya kembali diperiksa karena melibatkan benturan terhadap pemain lawan.

Saat menghadapi Paraguay di babak 32 besar, Jerman kembali dirugikan setelah VAR menilai Waldemar Anton melakukan pelanggaran terhadap kiper Orlando Gill dalam situasi sepak pojok.

Kontroversi muncul karena banyak yang menilai kontak itu terlalu ringan untuk diganjar pelanggaran.

Kroasia juga sempat menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu lewat Josko Gvardiol, tetapi gol itu dianulir VAR.

Igor Matanovic dinilai lebih dulu menyentuh bola sebelum Mario Pasalic, yang berada dalam posisi offside, mengirim assist, dan meski bola sempat mengenai pemain Portugal, wasit menilai sentuhan tersebut tidak disengaja sehingga offside tetap berlaku.

Prancis sempat meminta penalti ketika Kylian Mbappe dijatuhkan Sadio Mane di kotak penalti saat melawan Senegal.

VAR kemudian meminta wasit meninjau ulang insiden itu, tetapi setelah melihat tayangan ulang, wasit tetap tidak menunjuk titik putih dan bahkan mengubah keputusan dari tendangan sudut menjadi tendangan gawang karena menilai Mbappe lebih dulu memulai kontak.

Folarin Balogun juga mendapat kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina setelah VAR menilai sepatunya mengenai betis Tarik Muharemovic.

Keputusan itu memunculkan perdebatan karena banyak yang menilai tidak ada unsur kesengajaan, sementara hukuman larangan bermain Balogun kemudian dibatalkan dan ia kembali diizinkan tampil saat AS melawan Belgia.

Kontroversi terbesar melibatkan Lionel Messi saat Argentina menghadapi Aljazair, ketika ia mengenai betis Aissa Mandi dalam sebuah pelanggaran pada babak pertama.

Sejumlah pihak menilai insiden itu layak berujung kartu merah karena ada kontak dengan telapak kaki, tetapi VAR tidak merekomendasikan peninjauan ulang kepada wasit.

Pertandingan pun berlanjut tanpa hukuman lebih berat untuk Messi, sebelum ia kemudian mencetak hattrick dalam kemenangan Argentina.

Komentar