Jakarta – Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Mayjen TNI (Purn) Untung Budiharto, resmi mengakhiri jabatannya pada Selasa (23/12/2025). Pengunduran diri ini terjadi setelah Untung ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pertambangan.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat PT Transjakarta, Tjahyadi DPM, membenarkan kabar pengunduran diri tersebut. "Letjen TNI (Purn) Untung Budiharto telah mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama Transjakarta setelah ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada 15 Desember 2025," ungkap Tjahyadi dalam keterangan resminya.
Penunjukan Untung sebagai pucuk pimpinan Antam sendiri diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 15 Desember 2025.
Untung Budiharto menjabat sebagai Komisaris Utama Transjakarta sejak Juni 2023. Ia menggantikan Sudirman Said yang mengundurkan diri dan ditunjuk oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
Selama menjabat, Untung dinilai telah memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Transjakarta. "Pihak Transjakarta menyampaikan apresiasi atas dedikasi beliau sejak Juni 2023," ujar Tjahyadi.
Dengan pengunduran diri ini, posisi Komisaris Utama Transjakarta saat ini kosong. Transjakarta tengah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.
"Transjakarta kini tengah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan transisi kepemimpinan berjalan lancar," tegas Tjahyadi.
Koordinasi ini krusial untuk menjaga keberlangsungan operasional dan pengembangan Transjakarta sebagai salah satu pilar utama transportasi publik di ibu kota. Pemprov DKI Jakarta, sebagai pemegang saham mayoritas Transjakarta, memegang peranan penting dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan perusahaan.
Saat ini, jajaran dewan komisaris Transjakarta terdiri dari Irjen Pol (Purn) Luky Arliansyah, Johan Budi Sapto Pribowo, Zudan Arif Fakrulloh, dan Muhammad Ainul Yakin. Mereka akan menjalankan tugas pengawasan hingga ditunjuknya pengganti Untung Budiharto.
Proses pengisian posisi Komisaris Utama Transjakarta diharapkan dapat dilakukan secepatnya agar tidak mengganggu kinerja perusahaan. Sosok yang akan mengisi posisi tersebut diharapkan memiliki kompetensi dan pengalaman yang mumpuni di bidang transportasi dan manajemen perusahaan.
Selain itu, pemahaman mendalam tentang dinamika dan tantangan transportasi publik di Jakarta juga menjadi faktor penting dalam memilih Komisaris Utama Transjakarta yang baru.
Transjakarta terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan operasionalnya. Penambahan armada bus listrik, pengembangan rute baru, dan peningkatan integrasi dengan moda transportasi lain menjadi fokus utama perusahaan.





