Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Tiga Pendaki Hilang di Gunung Dukono

Halmahera Utara – Tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian terhadap tiga pendaki yang dilaporkan hilang pascaerupsi Gunung Dukono, Jumat (8/5). Hingga petang, operasi penyelamatan difokuskan pada penyisiran jalur puncak dan area aliran sungai di sekitar kawah yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik fluktuatif.

Ketiga pendaki yang masih dalam pencarian tersebut terdiri dari dua warga negara asing (WNA) berinisial H.W.Q.T. (30) dan S.M.B.A.H. (27), serta seorang pendaki perempuan WNI berinisial E.

Di sisi lain, sebanyak 15 pendaki lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Para penyintas, yang terdiri dari warga Singapura dan Indonesia, kini mendapatkan penanganan medis. Dua di antara korban selamat, R.S. dan J.A., turut membantu tim SAR dengan memberikan informasi krusial mengenai titik terakhir keberadaan rekan-rekan mereka sebelum situasi darurat terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Halmahera Utara memimpin langsung tim pertama yang melakukan penyisiran jalur menuju puncak serta pemantauan udara menggunakan drone. "Tim kami sempat menghentikan pencarian sementara karena adanya lontaran lava pijar dalam radius 1,5 kilometer dari kawah. Namun, setelah kondisi dinilai memungkinkan, operasi kembali dilanjutkan dengan membagi personel ke dua titik fokus," ujar perwakilan tim di lapangan.

Operasi pencarian ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, hingga relawan setempat.

Menanggapi situasi tersebut, BNPB mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat, wisatawan, maupun pegiat pendakian tidak melakukan aktivitas apa pun di kawasan Gunung Dukono. Pihak berwenang menekankan pentingnya mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG demi menjamin keselamatan di tengah meningkatnya status vulkanik gunung tersebut.