Padang – PT Semen Padang menerima sekitar 450 mahasiswa dan pelajar dari berbagai perguruan tinggi serta sekolah di Sumatera Barat dan luar provinsi untuk mengikuti program magang periode Juli 2026. Sebelum ditempatkan di unit kerja masing-masing, para peserta lebih dulu mengikuti pembekalan untuk memperkuat kompetensi sekaligus menanamkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Pembekalan berlangsung di Gedung Serba Guna Semen Padang, Rabu (1/7/2026). Dalam kegiatan itu, peserta juga dikenalkan pada budaya kerja perusahaan, aturan internal, proses bisnis, serta berbagai produk PT Semen Padang agar memiliki pemahaman yang utuh sebelum masuk ke lingkungan kerja.
Kepala Unit Learning & People Development PT Semen Padang, Siska Ayu Soraya, membuka kegiatan tersebut mewakili manajemen perusahaan. Ia menyambut para peserta magang sekaligus mengapresiasi antusiasme mereka memilih PT Semen Padang sebagai tempat belajar dan menambah pengalaman industri.
Siska menyebut, program magang menjadi ruang bagi peserta untuk menerapkan ilmu yang didapat selama pendidikan, sekaligus memperluas wawasan melalui pengalaman langsung di lingkungan kerja profesional.
“Selamat datang di PT Semen Padang. Kami sangat senang dapat menerima peserta magang dari berbagai universitas dan sekolah, tidak hanya dari Sumatera Barat tetapi juga dari luar daerah. Hal ini menunjukkan PT Semen Padang menjadi salah satu tempat belajar yang dipercaya oleh dunia pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin dengan mengaplikasikan ilmu dari bangku kuliah maupun sekolah ke praktik kerja sehari-hari.
Siska juga mendorong peserta agar aktif berdiskusi dan tidak ragu bertanya kepada pembimbing selama menjalani magang.
“Jangan segan untuk bertanya kepada pembimbing apabila menemukan hal-hal yang belum dipahami. Jadikan masa magang ini sebagai kesempatan untuk belajar sebanyak mungkin, karena pengalaman di dunia kerja akan menjadi bekal penting ketika memasuki dunia profesional,” katanya.
Selain penguatan kompetensi, ia menegaskan keselamatan dan kesehatan kerja menjadi perhatian utama perusahaan. Sebagai industri manufaktur semen dengan karakteristik pekerjaan yang memiliki risiko tertentu, seluruh peserta diwajibkan memahami dan mematuhi ketentuan keselamatan yang berlaku.
“Kami meminta seluruh peserta benar-benar memperhatikan aspek keselamatan kerja selama berada di area perusahaan. Kepatuhan terhadap prosedur K3 merupakan bagian dari budaya kerja PT Semen Padang yang harus dipahami dan dijalankan oleh seluruh insan perusahaan, termasuk peserta magang,” tegasnya.
Ia juga berharap kehadiran peserta magang tidak hanya memberi manfaat bagi mereka sendiri, tetapi turut memberikan kontribusi positif bagi unit kerja tempat mereka ditempatkan.
“Kami berharap para peserta dapat berkolaborasi dengan baik bersama pembimbing dan tim di unit kerja masing-masing sehingga dapat mendukung tercapainya kinerja yang optimal,” tambahnya.
Dalam sesi keselamatan kerja, Staf Safety, Health and Environment (SHE) PT Semen Padang, Jefri Antoni, memaparkan berbagai ketentuan yang harus dipatuhi selama berada di kawasan perusahaan.
Ia menjelaskan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD), kepatuhan terhadap rambu-rambu keselamatan, serta prosedur yang wajib dijalankan saat beraktivitas di area operasional.
Sementara itu, Staf Komunikasi PT Semen Padang, Mikel Muhammad, menyampaikan materi tentang profil perusahaan, ragam produk, dan proses produksi semen mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk berkualitas yang dipasarkan ke konsumen.
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan kerja tempat mereka magang, tetapi juga memahami proses bisnis perusahaan secara menyeluruh. Dengan begitu, teori yang dipelajari di kampus dapat terhubung dengan praktik di dunia industri.
Salah seorang peserta magang, Fransiska, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas yang ditempatkan di Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, mengaku bersyukur mendapat kesempatan belajar di perusahaan semen pertama di Indonesia itu.
Ia berharap program magang menjadi sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah sekaligus memperkaya pengalaman lewat pembelajaran langsung dari para profesional di PT Semen Padang.
“Saya berharap dapat mengaplikasikan ilmu komunikasi yang telah dipelajari selama kuliah sekaligus memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru dari para pembimbing di PT Semen Padang. Mudah-mudahan kesempatan ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk dunia kerja ke depan,” ujarnya.
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyebut program magang sebagai salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia dan memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Menurut dia, PT Semen Padang secara konsisten membuka ruang bagi mahasiswa dan pelajar untuk memperoleh pengalaman kerja nyata agar lebih siap menghadapi tantangan dunia profesional.
“Program magang bukan sekadar memenuhi kebutuhan akademik peserta, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal budaya kerja di industri, memahami proses bisnis perusahaan, serta mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujar Win.
Ia menambahkan, kehadiran peserta magang juga memberi nilai tambah bagi perusahaan melalui pertukaran gagasan, semangat baru, dan perspektif yang dibawa generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan.
“Melalui program ini, kami berharap tercipta proses pembelajaran yang saling memberikan manfaat. Peserta memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang aplikatif, sementara perusahaan mendapatkan energi, ide, dan sudut pandang baru yang dapat mendukung peningkatan kinerja serta inovasi di berbagai unit kerja,” katanya.
Win menegaskan PT Semen Padang akan terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dan sekolah sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menyiapkan talenta unggul yang mampu bersaing di era industri yang semakin dinamis, dengan tetap mengedepankan budaya keselamatan dan profesionalisme di lingkungan kerja.







Komentar