Target Ekonomi Sumbar 2026 Berat, BI Dorong Sektor Usaha Baru

Berita:

Padang – Target pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat sebesar 5,7 persen pada tahun 2026 dinilai berat oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sumbar hanya mencapai sekitar 4 persen.

Kepala BI Sumbar, Mohamad Abdul Madjid Ikram, mengatakan bahwa target pemerintah pusat tersebut memerlukan upaya ekstra. "Kita ditargetkan oleh pemerintah pusat untuk tumbuh 5,7 persen pada 2026. Tapi saya kira ini sangat berat," ujarnya dalam Dialog Ekonomi Sumbar, Senin (19/1/2026).

Untuk mencapai target tersebut, Madjid menekankan perlunya diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor-sektor usaha baru. Sektor kesehatan, bisnis data center, dan pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) dinilai memiliki potensi besar.

BI Sumbar memfokuskan dukungan pada pemulihan ekonomi daerah, terutama sektor UMKM dan pertanian yang terdampak bencana alam. "Ternyata bencana ini berdampak cukup besar terhadap UMKM dan pertanian. Karena salah satu tugas BI adalah pengendalian harga pangan, mau tidak mau kita harus mendorong peningkatan produksi pangan," kata Madjid.

Pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2025 diperkirakan berada di kisaran 3,33 hingga 4,13 persen. BI Sumbar menilai angka ini belum cukup kuat untuk menjadi modal mengejar target pertumbuhan 2026. Dengan mempertimbangkan berbagai tantangan, BI Sumbar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2026 berada di kisaran 4 persen, angka yang dinilai lebih realistis.