Batusangkar – Masyarakat Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengeluhkan kerusakan jalan yang semakin meluas dan mengancam keselamatan pengendara. Kondisi jalan berlubang dan tergenang air saat hujan memicu sorotan terhadap kinerja pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyatakan perbaikan jalan terkendala berbagai faktor, termasuk keterbatasan anggaran, status kewenangan jalan, kondisi geografis, kualitas kontraktor, dan cuaca ekstrem. Kritik terhadap Bupati Eka Putra pun meningkat seiring dengan lambatnya penanganan infrastruktur yang rusak.
Pemerintah Kabupaten mengklaim telah mengalokasikan anggaran untuk infrastruktur. Namun, sebagian ruas jalan rusak berada di bawah kewenangan provinsi atau pusat, sehingga pemerintah daerah berupaya mendorong perbaikan dari pihak terkait.
Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk mengawasi penggunaan anggaran dan mendorong kolaborasi antarlembaga demi percepatan pembangunan infrastruktur. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk menyelesaikan masalah jalan rusak.


Komentar