Batusangkar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar membutuhkan 552 unit hunian sementara (huntara) untuk menampung 2.976 jiwa korban banjir bandang yang masih mengungsi hingga Senin (15/12/2025). Selain huntara, kebutuhan mendesak lainnya meliputi pendampingan psikiater, penanganan lahan pertanian, 17 unit alat berat, air mineral, obat-obatan, family kit, mesin sinso besar, dan bahan bakar untuk operasional alat berat.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan kebutuhan ini dalam rapat koordinasi percepatan penanggulangan bencana Sumatera Barat yang dipimpin Wakil Gubernur Vasko Ruseimy secara virtual.
Eka Putra menjelaskan, ribuan pengungsi saat ini ditampung di 17 dapur umum dan 15 posko kesehatan. Bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada 9 unit sekolah dan 20 jembatan.
“Kendala di lapangan saat ini adalah curah hujan yang masih tinggi serta akses jalan dan jembatan yang rusak, mengakibatkan pendistribusian bantuan logistik terkendala dan pengungsi juga ada yang terserang penyakit,” ujarnya.
Selain huntara, Tanah Datar juga membutuhkan kompor, tabung gas, kasur, selimut, dan pakaian untuk melengkapi fasilitas di huntara. Pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti pembersihan, perbaikan akses jalan, normalisasi sungai, dan pemantauan hulu sungai.
Wakil Gubernur Vasko Ruseimy berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat pemulihan dan penanggulangan bencana, serta meminta data yang valid dan rinci segera dikirimkan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.







Komentar