Solok Pacu PSN 2026: Bupati Instruksikan OPD Kejar Target 90 Persen

Padang – Pemerintah Kabupaten Solok tancap gas menyukseskan Program Strategis Nasional (PSN) 2026. Bupati Solok, Jon Firman Pandu, secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat kinerja, menargetkan capaian di atas 90 persen.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati Jon Firman Pandu saat memimpin rapat koordinasi kebijakan PSN di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Senin (9/3/2026). Rapat penting ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati H. Candra, Sekretaris Daerah Medison, para Asisten, Staf Ahli, serta seluruh Kepala OPD.

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, melaporkan bahwa terdapat sedikitnya 67 indikator yang memerlukan perhatian khusus dan dukungan anggaran pada tahun 2026. "Target capaian minimal 90 persen ditetapkan sesuai standar evaluasi dari Kementerian Dalam Negeri," ujarnya. Medison menambahkan, pihaknya telah membentuk tim pengawalan yang melibatkan Inspektorat Daerah dan Barenlitbang untuk memastikan seluruh indikator tercapai tepat waktu.

Terkait kondisi keuangan daerah, Medison menjelaskan bahwa Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp144 miliar telah dilaporkan ke DPRD. Dana tersebut akan dialokasikan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, mitigasi bencana, peningkatan pelayanan publik, serta pemulihan sosial ekonomi. Setelah memenuhi berbagai kewajiban belanja wajib, Kabupaten Solok memiliki ruang fiskal sekitar Rp70 hingga Rp80 miliar yang akan diprioritaskan untuk mendukung PSN.

Bupati Jon Firman Pandu mengingatkan bahwa Kabupaten Solok mendapat kepercayaan besar dari pemerintah pusat, termasuk proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Ia juga mengeluarkan instruksi keras terkait efisiensi anggaran. "Seluruh perangkat daerah harus bekerja maksimal. Saya minta Kepala OPD meningkatkan disiplin dan akuntabilitas. Berikan teguran tegas bagi pegawai yang tidak menjalankan tugas dengan baik," tegas Bupati. Ia meminta OPD memangkas kegiatan yang tidak mendesak, seperti perjalanan dinas yang kurang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Wakil Bupati Solok H. Candra mengusulkan penerapan sistem reward and punishment dalam evaluasi kinerja OPD. Ia menekankan agar pembangunan tetap berpijak pada aspirasi masyarakat, terutama di sektor-sektor krusial. "Fokus pembangunan kita harus jelas: infrastruktur jalan, pertanian, dan pariwisata. Ini adalah sektor yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat," pungkas Candra.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap sinergi antar-instansi semakin kuat untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai rencana.