Padang – Sumatera Barat (Sumbar) dinilai mendesak memiliki skuadron udara Search and Rescue (SAR) permanen. Anggota DPRD Sumbar, Khairuddin Simanjuntak, menyebut langkah ini krusial untuk memperkuat mitigasi dan respons terhadap bencana alam yang kerap melanda daerah tersebut.
"Pembentukan skuadron SAR permanen di Sumbar merupakan kebutuhan mendesak," tegas Khairuddin, Ketua Komisi II DPRD Sumbar, Rabu.
Khairuddin menjelaskan, kondisi geografis Sumbar yang memiliki perbukitan dan garis pantai panjang, membuatnya sangat rentan terhadap berbagai bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, dan tanah longsor. Oleh karena itu, sistem respons cepat yang terintegrasi dan siaga 24 jam, termasuk dukungan armada udara, sangat dibutuhkan untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses saat bencana terjadi.
Selama ini, tantangan utama dalam penanganan bencana di Sumbar adalah keterbatasan akses menuju lokasi terdampak akibat infrastruktur yang terputus. Skuadron SAR dengan helikopter evakuasi, tim penyelamat terlatih, dan peralatan modern akan mempercepat proses penyelamatan korban dan distribusi bantuan kemanusiaan.
Khairuddin memandang pembentukan skuadron ini sebagai investasi kemanusiaan jangka panjang. Ia mendorong kajian teknis dan kebutuhan operasional pembentukan skuadron SAR. Pemerintah daerah juga perlu berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait kebencanaan untuk memperoleh dukungan regulasi dan anggaran.
Sinergi antara BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri dalam satu sistem komando terpadu yang efektif dan responsif juga diperlukan agar pembentukan skuadron SAR dapat segera terwujud. "Negara harus hadir dengan sistem yang kuat untuk melindungi rakyatnya," pungkas Khairuddin.






