Lingga Yoni Sriwijaya: Buku Ungkap Kedatuan, Bukan Kerajaan!
Jakarta – Sebuah buku baru berjudul "Lingga Yoni Sriwijaya" karya Wenri Wanhar menawarkan perspektif segar tentang sejarah Sriwijaya. Buku yang baru dirilis pada Februari 2026 ini mengklaim bahwa Sriwijaya bukanlah sebuah kerajaan, melainkan sebuah Kedatuan, sebuah pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
Wenri Wanhar menjelaskan bahwa Kedatuan berasal dari kata "Datu" dalam bahasa Sanskerta, yang berarti "orang mulia". Ia mengibaratkan Datu sebagai ilmuwan setara doktor atau profesor di masa kini. "Datu ialah orang yang beralam luas berpadang lebar. Pergi tempat bertanya, pulang tempat berberita," ujarnya.
Dalam bukunya, Wenri menyoroti tiga simbol penting yang tertulis pada prasasti Sriwijaya: Lingga, Yoni, dan bentuk serupa telur. Prasasti Kedukan Bukit (Palembang), Prasasti Kota Kapur (Bangka), dan Prasasti Karang Brahi melambangkan ketiga unsur tersebut. Menariknya, prasasti di Bangka dan Bangko memiliki pesan yang sama, mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan tidak seharusnya digunakan untuk kesombongan atau mencelakai orang lain.
Wenri juga menyoroti lokasi strategis Kedatuan Sriwijaya yang berada di antara Bangka dan Bangko, di mana terdapat Situs Muaro Jambi dan Muaro Sabak. Ia berpendapat bahwa jika Sriwijaya adalah Kedatuan, maka lokasinya tidak lagi membingungkan, dengan Bangka dan Bangko sebagai ujung pangkalnya.
Sejak George Coedes mengumumkan keberadaan Sriwijaya pada tahun 1918, para ahli sejarah telah memperdebatkan lokasinya. Berbagai teori muncul, menempatkan Sriwijaya di Palembang, Jambi, Kelantan, Muaro Takus, Pulau Jawa, Ligor, dan Chaiya. Namun, Wenri menegaskan bahwa Sriwijaya adalah kedatuan, bukan kerajaan.
"Berdasarkan bukti yang tersedia, sulit dibantah bahwa Sriwijaya adalah kedatuan. Kedatuan, bila dikonversi ke masa kini, lebih kurang semacam civitas akademika. Tempat memutus kaji. Gelanggang berburu dan meramu ilmu," kata Wenri.
Buku "Lingga Yoni Sriwijaya" setebal 144 halaman ini menyertakan arsip dokumen primer dan laporan tim yang ditugaskan oleh Menteri Pendidikan Moh Yamin pada tahun 1954 untuk mengungkap kebenaran tentang Sriwijaya. Wenri menawarkan sudut pandang yang berbeda, mengajak pembaca untuk menjelajahi sejarah dengan perspektif baru. Lingga dan Yoni, sebagai simbol keselarasan, menjadi perlambang dunia yang sepasang-sepasang.




