SDN 04 Tarandam Buka SPMB 2026/2027, Siapkan 56 Kuota Murid Baru

Padang – SD Negeri 04 Tarandam, Kota Padang, mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan total kuota 56 siswa baru. Penerimaan dibagi ke dalam dua rombongan belajar, masing-masing berisi 28 siswa.

Kepala SD Negeri 04 Tarandam, Erizefni, mengatakan proses penerimaan tahun ini mengikuti ketentuan pemerintah melalui tiga jalur, yakni domisili, afirmasi, dan mutasi.

“SPMB tahun ajaran 2026/2027 dilaksanakan melalui tiga jalur, yaitu domisili dengan kuota 45 persen, afirmasi 23 persen, dan mutasi 5 persen. Sekolah kami menerima dua rombel dengan kapasitas masing-masing 28 siswa, sehingga total kuota yang tersedia 56 siswa,” ujar Erizefni, Sabtu (20/6/2026).

Ia mengajak masyarakat di sekitar sekolah untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Sekolah ini memprioritaskan calon peserta didik dari tujuh kelurahan, yakni Sawahan, Tarandam, Jati Baru, Jati, Parak Gadang Barat, Parak Gadang Timur, dan Alang Laweh.

Menurut Erizefni, SDN 04 Tarandam memiliki sejumlah keunggulan yang bisa menjadi pertimbangan orang tua. Sekolah itu berstatus Adiwiyata dan terakreditasi A, sementara seluruh gurunya telah memiliki sertifikat pendidik.

Selain itu, beberapa tenaga pendidik di sekolah tersebut juga aktif menulis buku. Prestasi siswa pun terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

“Pada tahun ajaran 2025/2026, siswa kami meraih Juara II cabang senam tingkat Kota Padang untuk kategori putra dan putri. Kami juga memiliki program inovasi Sapa Juli Rosi atau 10 Menit Literasi yang membawa sekolah masuk 10 besar program inovasi,” katanya.

Ia menambahkan, lokasi sekolah yang berada di pusat Kota Padang, tepatnya di Jalan Tarandam dekat Kantor Lurah, juga menjadi daya tarik karena mendukung suasana belajar yang nyaman dan tenang.

“Kami berharap masyarakat, khususnya yang berada di tujuh kelurahan tersebut, dapat mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SDN 04 Tarandam. Kami memiliki lingkungan yang nyaman, prestasi yang terus berkembang, dan tenaga pendidik yang profesional,” tutup Erizefni.

Komentar

REKOMENDASI