Mentawai – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mentawai mengerahkan operasi Man Over Board (MOB) untuk mencari seorang nelayan paruh baya yang hilang di perairan Pulau Bugei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hingga kini, tim penyelamat dari Unit Siaga SAR (USS) Siberut masih menyisir area temuan terakhir korban.
Korban diketahui bernama Arbian (50), warga Dusun Sua, Desa Saibi. Ia berangkat menggunakan sampan pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB untuk menjual hasil tangkapan ikan ke Dermaga Muara Siberut.
Namun, hingga Minggu (21/6/2026) siang, Arbian tak kunjung pulang ke rumah. Warga yang lebih dulu melakukan pencarian hanya menemukan sampan dan kotak ikan milik korban mengapung di sekitar perairan Pulau Bugei, sementara keberadaan Arbian belum diketahui.
Laporan resmi mengenai peristiwa itu baru diterima USS Siberut pada Minggu pukul 11.30 WIB dari warga bernama Lemarius.
Menyikapi laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Mentawai Benteng Hilton Telaumbanua langsung memerintahkan pengerahan personel pada pukul 11.50 WIB, atau sekitar 20 menit setelah informasi diterima.
Sebanyak lima personel rescue kemudian diberangkatkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Mentawai menuju titik dugaan terakhir atau Last Known Position (LKP). Lokasi pencarian berada pada koordinat 1°29′47″S-99°11′16″E, sekitar 28 nautical mile dengan radial 151° dari Pelabuhan Muara Siberut.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat mengenai hilangnya Bapak Arbian di perairan Pulau Bugei, kami segera menginstruksikan tim Rescue dari Unit Siaga SAR Siberut untuk bergerak cepat,” ujar Benteng Hilton Telaumbanua.
Untuk mendukung pencarian di medan laut yang cukup menantang, tim dibekali sejumlah peralatan tambahan. Selain RIB 03 dan motor KLX, petugas juga membawa telepon satelit serta perangkat internet Starlink agar koordinasi data dari lapangan tetap berjalan lancar.
“Tim rescue saat ini sudah diterjunkan untuk melakukan penyisiran intensif. Kami memaksimalkan dukungan alut modern dan perangkat keselamatan, termasuk komunikasi satelit dan Starlink, agar koordinasi taktis di lapangan tidak terhambat demi upaya menemukan korban secepatnya,” kata Benteng Hilton.
Operasi kemanusiaan tersebut turut melibatkan Tim SAR Gabungan, unsur potensi SAR, serta dukungan masyarakat nelayan setempat.







Komentar