Rp5,28 Miliar Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan BNPB di Sumbar

BNPB Kucurkan Rp5,28 Miliar untuk Korban Rumah Rusak di Sumbar

Berita:

Padang – Kabar baik bagi warga Sumatera Barat (Sumbar) yang rumahnya rusak akibat bencana. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyerahkan bantuan stimulan tahap II senilai Rp5,28 miliar kepada 229 kepala keluarga (KK) di Tanah Datar dan Pesisir Selatan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan pascabencana.

"Ini merupakan tahap kedua penyaluran bantuan. Tahap pertama telah dilaksanakan secara serentak di 25 kabupaten dan kota pada Februari lalu," ujar Suharyanto saat menyerahkan bantuan secara simbolis, Selasa (3/3/2026). Ia menambahkan, saat ini bantuan disalurkan kepada 19 kabupaten/kota di tiga provinsi.

Suharyanto merinci, Kabupaten Tanah Datar menerima bantuan sebesar Rp2,865 miliar untuk 126 KK, sementara Kabupaten Pesisir Selatan menerima Rp2,415 miliar untuk 103 KK. Dengan penyaluran tahap II ini, seluruh 14 kabupaten dan kota terdampak di Sumbar telah menerima bantuan stimulan untuk rumah rusak kategori ringan dan sedang.

Pemerintah juga menyiapkan skema penanganan untuk rumah rusak berat melalui pembangunan hunian sementara (Huntara) dan pemberian dana tunggu hunian (DTH). Suharyanto memastikan tidak ada lagi pengungsi di Sumbar yang bertahan di tenda pengungsian. "Semuanya telah menempati Huntara atau tinggal bersama keluarga/saudara sambil menerima DTH," tegasnya.

Fokus penanganan saat ini adalah pembangunan hunian tetap (Huntap). Beberapa daerah membangun Huntap terpusat melalui kerja sama berbagai lembaga dan kementerian, sementara Huntap in situ ditangani langsung oleh BNPB. "Pembangunan ini tidak menunggu Huntara selesai sepenuhnya, melainkan berjalan paralel. Masyarakat yang telah mengajukan lahan dapat segera dibangunkan hunian tetap," jelas Suharyanto.

Erwin, warga Desa Tanjung Sawah, Tanah Datar, penerima bantuan rumah rusak ringan, mengungkapkan rasa syukurnya. "Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Dana tersebut akan saya gunakan untuk merenovasi rumah," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, yang juga Ketua Pengarah Satgas PRRPB, menyatakan pemerintah akan mempercepat penanganan bencana di Sumatera. "Kita akan berupaya secepat mungkin. Mohon kerja sama semua pihak," ujarnya saat acara serupa di Bireuen, Aceh.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menambahkan bahwa wilayahnya tidak mencatat adanya korban jiwa meski terdampak bencana yang masif. Ia mengaitkan hal ini dengan efektivitas Program Desa Tangguh Bencana (Destana).

Suharyanto menambahkan, dari sekitar 3.000 desa rawan bencana di Indonesia, baru 300 desa yang memiliki program Destana. "Desa tangguh bencana terbukti sangat efektif. Di Tanah Datar, meskipun bencana sangat masif, alhamdulillah tidak ada korban jiwa," pungkasnya.