Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sistem pengendalian banjir melalui pembangunan sarana dan prasarana di Sungai Kali Angke. Pekerjaan yang dikerjakan PT Marinda Utamakarya Subur itu kini telah mencapai progres fisik 60 persen.
Proyek senilai Rp91,3 miliar tersebut memiliki masa pelaksanaan 15 bulan dan mencakup revitalisasi sungai sepanjang 2 kilometer.
Direktur Utama PT Marinda Utamakarya Subur Akhmad Bukhary bersama penanggungjawab pelaksanaan Adi Saelangi mengatakan pihaknya terus menjaga mutu pekerjaan agar proyek bisa rampung tepat waktu.
“Kami berkomitmen menghadirkan hasil pekerjaan terbaik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kapasitas Sungai Kali Angke sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir Jakarta,” ujarnya.
Pekerjaan ini juga meliputi penguatan tebing sungai dengan pemasangan sheet pile sedalam sekitar 17 meter. Seluruh proses konstruksi dijalankan dengan pengawasan mutu serta penerapan standar K3 yang ketat.
Site Manager Deny Yulianto menyebut pekerjaan di lapangan kini didukung 18 personel, termasuk 4 tenaga ahli yang memastikan konstruksi berjalan sesuai spesifikasi.
“Kami optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target Desember 2026 dengan tetap menjaga kualitas, keselamatan, dan ketepatan waktu,” katanya.
Setelah selesai, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran Sungai Kali Angke sekaligus menekan potensi genangan di kawasan sekitarnya.





![[J&T Express] Foto Pendukung 1 - Perluasan J&T International](https://gopadang.com/wp-content/uploads/2026/06/JT-Express-Foto-Pendukung-1-Perluasan-JT-International-300x178.jpg)

Komentar