PULAU PUNJUNG – Tahun depan petani gabah patut berucap syukur. Pemkab Dharmasraya bakal membangun Rice milling atau penggilingan menggunakan mesin untuk mengubah gabah menjadi beras berkulitas yang siap dikonsumsi.
Pembangunan Rice Milling ini memanfaatkan gedung Industri Kecil dan Menegah (IKM) Logam yang berlokasi di Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung. Dengan adanya Rice Milling ini nantinya para petani bisa mengantar langsung hasil gabahnya ke tempat penggilingan atau dijemput oleh petugas.
” Penggilingan padi ini mengubah gabah menjadi beras kemasan berkualitas, yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan gabah mentah. Hal ini diharapkan meningkatkan pendapatan petani,” ungkap Plt Kepala Dinas Pertanian Dharmasraya, Yefrinaldi, Selasa (25/11/2025).
Ia menambahkan, untuk awal Pemkab Dharmasraya bakal kerjasama dengan Bulog sebelum dijadikan Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD). Kapasitas Rice Milling lebih kurang 1,5 ton perjam.
” Dalam perencanaan Rice Milling akan dioperasikan pada Bulan Mai 2026 mendatang. Saat ini masih dalam tahap kelengkapan administrasi yang dibutuhkan,” terang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Pemkab Dharmasraya ini.
Lebih jauh Yefrinaldi menjelaskan, Rice Milling sangat bermanfaat bagi petani sawah, seperti meningkatkan efisiensi, menghasilkan beras berkualitas tinggi, meningkatkan pendapatan, mengurangi limbah serta menghemat biaya operasional.
” Beras berkualitas tinggi sudah pasti dapat dijual dengan harga tinggi di pasar, sehingga meningkatkan pendapatan petani. Jadi kedepannya para petani sawah bisa menjual gabah kepada pemerintah dengan harga lebih baik, atau menggiling langsung di Rice Milling dan menjual beras dengan harga lebih baik pula,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pangan dan Perikanan Dharmasraya, Misbah Hulkhair mengatakan, Pemkab Dharmasraya nantinya akan merangkul para petani sawah sebagai mitra produsen padi untuk Rice Milling Unit
(RMU).
” Manfaat dari program ini menjamin pasar padi petani pada harga yang wajar, menjamin pasok padi RMU agar bisa beroperasi sesuai dengan kapasitas gilingnya. Mendukung petani mitra untuk berbudidaya padi sawah secara lebih produktif dan lebih
menguntungkan, meningkatkan efisiensi produksi sawah petani, meningkatkan produksi padi, meningkatkan pendapatan usaha tani petani, memperkuat katahanan pangan,” terangnya.
Ia menambahkan, Rice Milling membeli padi dari petani mitra pada harga HPP, menyediakan layanan pengangkutan padi dari sawah atau dari rumah petani ke RMU.
“Ini merupakan salah satu program kerakyatan Bupati Annisa Suci Ramadhani,” pungkasnya.( roni )


Komentar