Padang – Personel medis dari Biddokkes Polda Sumatera Barat bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan keliling di sejumlah titik pengungsian banjir, Senin (2/3/2026). Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya keluhan kesehatan warga pascabencana.
Sedikitnya 40 warga dilaporkan mengalami berbagai gangguan kesehatan, mulai dari demam, gatal-gatal, flu, batuk, hingga hipertensi. Kondisi ini diduga kuat akibat kelelahan dan stres yang dialami pascabanjir.
"Kami mendapati sekitar 40 warga mengeluhkan demam, gatal-gatal, hingga hipertensi yang meningkat akibat stres pascabencana. Ada juga anak-anak yang mulai terserang flu dan batuk. Fokus kami memastikan mereka segera mendapat penanganan medis agar kondisi tidak memburuk," ujar Plt Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal, di sela kegiatan.
Pelayanan kesehatan dilakukan secara proaktif dengan metode jemput bola di empat lokasi krusial, yaitu Posko Huntara, Lumin, Nanggalo, dan Tabing Banda Gadang. Tim medis menyisir tenda-tenda pengungsian untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pemeriksaan dan obat-obatan tanpa harus datang ke pos layanan kesehatan.
Menurut dr. Faisal, paparan air banjir dalam waktu lama serta kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya bersih menjadi penyebab utama keluhan kesehatan warga. Cuaca ekstrem dan kelelahan selama masa pengungsian juga turut memicu penurunan daya tahan tubuh.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan ini merupakan bagian dari operasi kemanusiaan Polda Sumbar di wilayah terdampak banjir. "Kapolda Sumbar menekankan setiap personel harus hadir sebagai pelayan masyarakat dalam situasi sesulit apa pun. Melalui bakti kesehatan ini, kami ingin warga merasakan kehadiran Polri di tengah masa pemulihan," kata Susmelawati.
Polda Sumbar memastikan pelayanan kesehatan gratis akan terus diberikan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascabanjir di wilayah Sumatera Barat. Tim medis terus melakukan pemantauan di lokasi pengungsian hingga sore hari.



