Polda Sumbar Gerak Cepat Obati Warga Terdampak Banjir Padang

Padang – Polda Sumatera Barat (Sumbar) sigap merespons dampak banjir di Kota Padang dengan menerjunkan puluhan personel medis ke posko pengungsian sejak Sabtu (31/1/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan kesehatan warga terdampak bencana tetap terpantau selama masa tanggap darurat.

"Polda Sumbar berkomitmen hadir untuk menjamin ketersediaan layanan medis serta pemberian obat-obatan secara gratis bagi warga yang membutuhkan," tegas Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan instruksi langsung dari Kapolda Sumbar.

Tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumbar memfokuskan kegiatan bakti kesehatan (Baktikes) di lima lokasi strategis yang menjadi titik kumpul pengungsi, yaitu Huntara Lubuk Buaya, Posko Tabing Banda Gadang, Posko Air Dingin, Posko Lumin, dan Posko Sungai Lareh.

Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal, mengungkapkan bahwa hingga Sabtu sore, tim medis telah menangani sedikitnya 61 warga. Mayoritas keluhan yang muncul berkaitan dengan kondisi lingkungan pasca-banjir yang tidak higienis.

"Keluhan tersebut didominasi oleh penyakit kulit atau gatal-gatal, flu, batuk, demam, hingga gangguan pencernaan seperti diare dan asam lambung," jelas AKBP dr. Faisal. Selain itu, beberapa warga lansia dilaporkan mengalami hipertensi akibat kelelahan dan stres pascabencana.

Berdasarkan data rekapitulasi layanan kesehatan, persebaran pasien terdiri dari 15 orang di Huntara Lubuk Buaya, 15 orang di Posko Tabing Banda Gadang, 12 orang di Posko Lumin, 10 orang di Posko Sungai Lareh, dan 9 orang di Posko Air Dingin.

AKBP dr. Faisal memastikan bahwa personel Biddokkes akan terus berjaga dan memantau perkembangan di lapangan. Pihaknya juga menjamin stok obat-obatan tetap mencukupi selama tim medis bersiaga di masa tanggap darurat.