Batusangkar – Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan 500 paket school kit bagi siswa terdampak di Kecamatan Batipuh dan X Koto, Tanah Datar, sebagai dukungan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di SDN 07 Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kamis (4/6). Acara itu dihadiri Ketua PMI Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, Ketua PMI Sumatera Barat Aristo Munandar, serta pengurus PMI provinsi dan kabupaten.
Bantuan yang dibagikan berupa perlengkapan sekolah lengkap, seperti tas, buku tulis, pena, pensil, alat pewarna, penghapus, kotak makan, tumbler, dan kebutuhan belajar lainnya. Seluruh perlengkapan tersebut merupakan produk berkualitas yang diharapkan dapat mendukung siswa kembali beraktivitas belajar dengan baik.
Ny. Lise Eka Putra menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap anak-anak yang terdampak bencana di Tanah Datar.
Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga untuk memberikan dorongan moral agar para siswa kembali bersemangat mengikuti pendidikan.
“Kami berharap anak-anak merasa senang dan gembira menerima bantuan ini. Yang lebih penting, bantuan ini bisa menambah semangat mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita meski pernah terdampak bencana,” ujarnya.
Ketua PMI Sumatera Barat Aristo Munandar mengatakan penyaluran bantuan itu menjadi bagian dari tugas kemanusiaan PMI dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Ia menjelaskan, school kit yang dibagikan di Tanah Datar merupakan bagian dari total 5.000 paket bantuan dari Hong Kong Red Cross. Sebanyak 1.500 paket dialokasikan untuk Sumatera Barat dan disalurkan ke tiga daerah terdampak, yakni Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan.
Menurut Aristo, distribusi bantuan dilakukan berjenjang melalui PMI Pusat, PMI Provinsi, hingga PMI Kabupaten. Penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data siswa terdampak yang telah diverifikasi agar penyalurannya tepat sasaran.
Ia juga menuturkan, tim Hong Kong Red Cross sebelumnya telah turun langsung ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat untuk melihat kondisi masyarakat dan mengidentifikasi kebutuhan dalam proses pemulihan.


Komentar