Pengangguran di Sumatera Barat Masih Tertinggi Ketiga di Pulau Sumatera

Padang – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Barat tercatat sebesar 5,51 persen pada Februari 2026. Meski angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 0,18 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu, posisi Sumatera Barat masih menempati urutan ketiga tertinggi di Pulau Sumatera, tepat di bawah Kepulauan Riau dan Aceh.

Kepala BPS Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengungkapkan bahwa tantangan penyerapan tenaga kerja di daerah tersebut masih cukup besar. Menurutnya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat lima hingga enam orang yang belum terserap pasar kerja.

"Walaupun ada perbaikan dibanding tahun lalu, tantangan penyerapan tenaga kerja di Sumbar masih cukup besar," ujar Nurul, Jumat (8/5/2026).

Data BPS menunjukkan disparitas pengangguran yang cukup mencolok berdasarkan wilayah. Tingkat pengangguran di perkotaan mencapai 6,83 persen, jauh melampaui wilayah perdesaan yang hanya berada di angka 3,83 persen. Nurul menjelaskan, tingginya angka di perkotaan dipicu oleh jumlah pencari kerja yang lebih banyak serta persaingan industri yang jauh lebih ketat.

Dari sisi demografi, pengangguran perempuan tercatat sedikit lebih tinggi yakni 5,60 persen dibandingkan laki-laki sebesar 5,44 persen. Namun, kedua kelompok ini sama-sama mencatatkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Terkait latar belakang pendidikan, lulusan Diploma I, II, dan III menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni mencapai 9,84 persen. Sementara itu, lulusan SMA menjadi penyumbang jumlah pengangguran terbesar secara proporsional dengan angka 31,99 persen. Sebaliknya, kelompok dengan pendidikan SD ke bawah justru memiliki tingkat pengangguran terendah, yakni 2,25 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Nurul menekankan pentingnya sinkronisasi antara dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri menjadi kunci utama untuk menekan angka pengangguran di masa depan.

"Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri menjadi faktor penting untuk menurunkan pengangguran," tegasnya.