Penertiban PKL Pasar Raya Padang Berujung Kericuhan, Sembilan Anggota Satpol PP Terluka

Kericuhan terjadi saat petugas menertibkan pedagang kaki lima dalam program revitalisasi.

PADANG – Penertiban pedagang kaki lima di kawasan Sandang Pangan, Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, pada Rabu (21/10/2026) sore berakhir ricuh hingga menyebabkan sembilan anggota Satpol PP terluka.

Insiden tersebut terjadi saat petugas menjalankan program penataan kawasan pasar dalam agenda Pemerintah Kota Padang bertajuk Padang Rancak.

Sembilan anggota Satpol PP yang menjadi korban luka adalah Ahmad Efendi Nasution, Edo Risky Ilahi, Dandra Jafreli, Melani, Raja Lubis, Radhian, Ridho Saputra, Wahyuda Firdaus, dan Saddam Husein.

Para korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat bentrokan yang dipicu penolakan pedagang terhadap upaya penertiban tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa seluruh korban telah menerima perawatan.

Fizlan menjelaskan bahwa langkah tegas ini diambil setelah pemerintah berulang kali memberikan imbauan kepada pedagang untuk pindah secara mandiri.

“Beberapa minggu yang lalu kami juga sudah mengeluarkan surat edaran yang melarang pedagang berjualan di selasar, trotoar, atau fasilitas umum lainnya,” tutur Fizlan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah sudah menginformasikan kewajiban relokasi kepada para pedagang jauh sebelum penertiban dilaksanakan.

Pemerintah Kota Padang telah menyediakan lokasi relokasi bagi 169 PKL di basement Blok 2 Pasar Raya.

Sementara itu, pedagang yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Pasar Baru diprioritaskan untuk menempati area basement Blok 3.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Padang telah menyelesaikan perbaikan sarana perdagangan di kedua lokasi relokasi tersebut.

Kebijakan ini bertujuan mengembalikan fungsi fasilitas umum yang selama ini disalahgunakan untuk aktivitas berjualan di sepanjang selasar dan trotoar.

Pemerintah berharap penataan ini mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih tertib, bersih, serta nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Pihaknya optimistis bahwa revitalisasi kawasan tersebut akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Dengan penataan pedagang ini, kita berharap gairah ekonomi bisa meningkat dan menjadi lebih baik ke depannya, khususnya di Pasar Raya,” tegas Fizlan.

Proses penertiban di kawasan Sandang Pangan sempat terpantau berlangsung saat petugas gabungan mengawasi pembongkaran lapak oleh pedagang pada pukul 17.00 WIB.

Kini, insiden kekerasan yang menyebabkan sembilan personel terluka tersebut telah berlanjut ke tahap pelaporan di Polresta Padang.

Komentar