Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan anggaran Rp20 miliar untuk memperbaiki ruas jalan provinsi Manggopoh-Padang Luar yang telah lama mengalami kerusakan parah.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah memastikan pekerjaan itu segera berjalan melalui proses tender sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menyebut perbaikan jalan dilakukan untuk menjawab harapan masyarakat, tetapi seluruh tahapan tetap harus dilalui agar pelaksanaannya sesuai aturan dan menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.
“Sebagai gubernur, saya memahami keluhan masyarakat dan para pengguna jalan. Pada dasarnya, pemerintah provinsi sangat ingin segera memperbaiki ruas jalan yang rusak itu. Namun, seluruh proses harus ditempuh melalui tahapan dan mekanisme yang sudah ditetapkan, supaya pekerjaan bisa berlangsung dengan baik dan akuntabel,” ujar Mahyeldi di Padang, pekan lalu.
Anggaran Rp20 miliar tersebut dibagi menjadi dua paket pekerjaan.
Paket pertama bernilai Rp6 miliar untuk penanganan ruas Simpang Gudang Manggopoh hingga Lubuk Basung dan saat ini masih dalam proses tender.
Adapun paket kedua sebesar Rp14 miliar difokuskan untuk memperbaiki jalan yang terdampak longsor dan amblas di kawasan Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, termasuk titik-titik rawan di sekitarnya.
“Anggarannya sudah tersedia. Setelah proses tender selesai, InsyaAllah pekerjaan akan segera dimulai,” tegas Mahyeldi.
Sebelumnya, Pemprov Sumbar melalui UPTD III Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar telah melakukan penambalan serta perbaikan jembatan di ruas tersebut, tepatnya di kawasan Lubuk Basung.
Mahyeldi juga meminta dukungan seluruh pihak agar proses pembangunan berjalan lancar sesuai rencana.
Ruas jalan provinsi Simpang Gudang Manggopoh hingga Padang Luar memiliki panjang 69,43 kilometer dan menjadi salah satu jalur strategis di Kabupaten Agam.
Jalur ini menjadi urat nadi utama bagi aktivitas ekonomi, sosial, dan pengembangan wisata di Lubuk Basung, Maninjau, Kelok 44, Matur, IV Koto, hingga Banuhampu.
Saat ini, kondisi ruas jalan tersebut masih rusak dan berlubang di sejumlah titik, mulai dari Lubuk Basung, Maninjau, hingga Padang Luar.
Mahyeldi menjelaskan kerusakan di jalur itu dipengaruhi banyak faktor, mulai dari usia jalan, tingginya intensitas kendaraan bertonase besar, hingga bencana alam seperti longsor dan amblas akibat kondisi geografis berbukit.
“Sering kali setelah satu titik diperbaiki, muncul kerusakan baru di lokasi lain akibat bencana alam. Bahkan ada titik yang sebelumnya sudah ditangani kembali rusak karena longsor. Karena itu, penanganannya dilakukan bertahap dengan menyesuaikan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran yang tersedia,” jelasnya.
Ia menegaskan, perbaikan dan peningkatan kualitas jalan merupakan tugas serta tanggung jawab pemerintah provinsi sebagai bagian dari pelayanan terbaik kepada masyarakat.






![[J&T Express] Foto Pendukung 1 - Perluasan J&T International](https://gopadang.com/wp-content/uploads/2026/06/JT-Express-Foto-Pendukung-1-Perluasan-JT-International-300x178.jpg)
Komentar