Pemko Padang Gencarkan Vaksinasi Gratis PMK Lindungi Ternak

Padang – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian terus mempercepat upaya memutus rantai penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak berkuku belah dengan menyalurkan vaksinasi gratis.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan Dinas Pertanian Kota Padang, drh. Yasir Irawan, mengatakan PMK merupakan penyakit akibat infeksi virus yang sangat mudah menular, terutama pada bagian mulut dan kuku hewan, meski tingkat kematiannya relatif rendah.

Berdasarkan pemetaan Dinas Pertanian, mobilitas atau transportasi ternak antarwilayah menjadi pemicu utama penularan PMK di Kota Padang.

Sebagian besar pasokan ternak ke Padang berasal dari Sumatera Utara, termasuk Kisaran dan Asahan.

Dinas Pertanian mencatat pola kenaikan kasus atau outbreak itu berjalan linier seiring tingginya lalu lintas ternak yang masuk ke Kota Padang.

Untuk mencegah kerugian peternak, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) telah menyediakan vaksin PMK secara gratis.

UPT Puskeswan saat ini mengelola 700 dosis vaksin yang siap disalurkan tanpa biaya selama kuota masih tersedia.

Hewan ternak berkuku belah yang dapat menerima vaksin meliputi sapi, kerbau, kambing, dan domba, dengan syarat dalam kondisi sehat, sudah beradaptasi minimal satu minggu di lokasi baru, berumur minimal tiga bulan, serta tidak sedang bunting.

“Pada bagian mulut, gejalanya berupa lepuh seperti sariawan dan air liur yang keluar berlebihan. Di bagian kuku, muncul luka pada celah kuku yang bisa mengelupas dan memicu belatung bila terlambat ditangani. Kondisi ini bisa berujung fatal dan membuat peternak terpaksa melakukan potong paksa jika tidak cermat,” kata Yasir di Padang, Selasa (7/7/2026).

Meski ancaman penularan masih ada, Dinas Pertanian menilai kesadaran peternak di Kota Padang sudah meningkat jauh dibandingkan saat wabah mulai muncul pada 2022.

Saat ini, peternak dinilai lebih kooperatif, tidak panik menjual ternak dengan harga murah atau memotong paksa hewan, serta lebih sigap memperketat biosecurity kandang.

“Setiap ada laporan dugaan kasus dari masyarakat, tim medis dari UPT Puskeswan maupun Bidang Kesehatan Hewan langsung kami turunkan ke lapangan untuk penanganan terpadu secara cepat,” ujar Yasir.

Pemko Padang menegaskan tim medis akan tetap siaga untuk merespons setiap laporan yang masuk dari lapangan.

Komentar