Pariaman – Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi secara resmi menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepatu Roda Piala Wali Kota Pariaman di Arena Sepatu Roda Pantai Cermin, Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah, Minggu (5/7). Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 3-5 Juli 2026, itu diikuti 756 atlet dari 42 klub dari berbagai daerah di Indonesia.
Penutupan sempat diguyur hujan, namun seluruh rangkaian acara tetap berjalan lancar. Dalam kesempatan itu, Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada para atlet, pelatih, ofisial, dan panitia yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan ajang tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Pariaman, kami berterima kasih kepada seluruh atlet, ofisial, dan anak-anak kami yang telah bertanding dengan semangat sportivitas. Terima kasih juga kepada panitia atas kerja kerasnya sehingga kegiatan ini bisa berlangsung dengan baik,” kata Mulyadi.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang ikut terlibat, mulai dari Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PORSEROSI) Kota Pariaman, tim kesehatan, PMI, petugas kebersihan, aparat keamanan, hingga unsur pendukung lainnya.
Mulyadi turut meminta maaf apabila masih ada kekurangan selama pelaksanaan kejuaraan. Ia menegaskan evaluasi akan dilakukan agar penyelenggaraan tahun depan bisa lebih baik dan lebih besar.
“Kami berkomitmen menjadikan Kejurnas Sepatu Roda sebagai agenda tahunan. Tahun depan kami berharap jumlah peserta bisa meningkat hingga 1.000 atlet,” ujarnya.
Kepada para atlet yang meraih prestasi, Mulyadi mengucapkan selamat. Bagi yang belum naik podium, ia meminta agar terus berlatih dan menjadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk tampil lebih baik pada kejuaraan berikutnya.
Menurut dia, Kejurnas Sepatu Roda bukan hanya ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antardaerah dan menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan generasi muda.
“Menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam kompetisi. Yang lebih penting, kejuaraan ini bisa mempererat persaudaraan dan membentuk karakter sportif para atlet,” tuturnya.
Pada kategori Speed, gelar juara umum pertama diraih Medan Inline Skate (MIS) dengan raihan 14 emas, 7 perak, dan 9 perunggu. Posisi kedua ditempati Bintang Medan Roller Skate dengan 13 emas, 6 perak, dan 6 perunggu, sementara Payakumbuh Skate Club berada di peringkat ketiga dengan 9 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.
Di kategori Standar, Madani Inline Skate School (MIS) Payakumbuh keluar sebagai juara umum pertama dengan 4 emas, 5 perak, dan 1 perunggu. Klub tuan rumah Gandoriah Inline Skate (GIS) Kota Pariaman menempati posisi kedua dengan 4 emas, 1 perak, dan 1 perunggu, sedangkan peringkat ketiga diraih Bina Muda Pekanbaru dengan 4 emas dan 2 perunggu.
Penutupan Kejurnas turut dihadiri Wakil Ketua Umum I PB PORSEROSI Alfroki Martha, Ketua Harian Pengprov PORSEROSI Sumatera Barat Arfan Rosyda beserta jajaran pengurus, Ketua KONI Kota Pariaman Erdison TRD, tim juri dari PB PORSEROSI dan Pengprov PORSEROSI Sumbar, perwakilan Bank Nagari, serta para ofisial dan atlet peserta kejuaraan.







Komentar