Padang – Jumlah kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Padang menurun signifikan. Hingga September 2025, tercatat 192 kasus baru, penurunan ini didorong oleh upaya skrining yang berkelanjutan pada kelompok berisiko.
Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat total 1.834 kasus HIV dalam 13 tahun terakhir (2012-2025). Penemuan kasus baru menunjukkan tren penurunan dalam dua tahun terakhir, dengan 234 kasus pada 2024 dan 192 kasus pada Januari-September 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, menegaskan tidak ada peningkatan penemuan kasus baru HIV di Kota Padang. Dari 192 kasus pada 2025, 87 kasus (45%) berasal dari Kota Padang, sementara 105 kasus (55%) berasal dari luar Padang, termasuk dari luar Sumatera Barat. Kasus-kasus ini terdeteksi di 16 fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP) HIV, termasuk rumah sakit dan puskesmas.
Penurunan kasus ini didorong oleh intensifikasi skrining, sosialisasi, dan edukasi tentang pencegahan dan penanggulangan HIV. Dinas Kesehatan Kota Padang aktif melakukan sosialisasi dan edukasi di sekolah, kampus, dan masyarakat, serta mengintensifkan skrining HIV bagi kelompok berisiko seperti LGBT, pekerja seks, pasangan ODHIV, dan warga binaan permasyarakatan.
“Kami juga meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui workshop dan pelatihan mengenai HIV atau Infeksi Menular Seksual (IMS), melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan swasta dan sektor terkait, serta memperkuat jejaring internal dan eksternal dalam penanggulangan HIV dan IMS,” kata dr. Srikurnia Yati.
Selain itu, aktifnya layanan testing dan pengobatan HIV di daerah kabupaten/kota lain juga berkontribusi pada penurunan kasus.
Dr. Srikurnia Yati mengimbau masyarakat Kota Padang untuk melindungi diri dan keluarga dari infeksi HIV/AIDS dengan menghindari perilaku berisiko dan tetap setia kepada pasangan. Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan testing HIV secara gratis di puskesmas dan rumah sakit, serta memberikan dukungan kepada ODHIV agar minum obat secara teratur dan tidak menularkan kepada orang lain.


Komentar