Padang – Pemerintah Kota Padang menargetkan peningkatan signifikan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir hingga 58 persen pada tahun 2026, mencapai Rp5,4 miliar. Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, menyatakan target ambisius ini sebagai respons strategis terhadap pemotongan anggaran pusat, yang menuntut kemandirian finansial daerah.
"Dengan target ini, kami tetap optimis bisa memaksimalkan pencapaian melalui langkah-langkah strategis," ujar Ances Kurniawan, Selasa (13/1/2026). Ia menambahkan, peningkatan kinerja sektor perhubungan, penambahan personel, serta sinergi dengan pihak swasta dan TNI/Polri akan menjadi kunci penindakan.
Dishub Kota Padang mencatat realisasi pendapatan parkir sebesar Rp2,609 miliar dari target Rp3,309 miliar pada tahun anggaran 2025, atau sekitar 79 persen. Pendapatan ini berasal dari retribusi parkir tepi jalan umum, pungutan resmi di bahu jalan, pemakaian mobil derek, dan parkir di Terminal Koto Lalang yang dialihfungsikan.
Untuk mencapai target 2026, Dishub Padang akan mengoptimalkan potensi parkir yang ada dan menyisir titik-titik parkir potensial yang belum tergarap. Strategi lainnya meliputi optimalisasi kontrak juru parkir (jukir) dengan pengawasan ketat, penggalian potensi lahan parkir baru seiring pertumbuhan UMKM, serta penertiban parkir liar.
Selain mengejar target pendapatan, Dishub Kota Padang juga menekankan perbaikan citra dan layanan. Jukir diharapkan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ances mengimbau masyarakat untuk parkir di tempat resmi dan membayar sesuai tarif. Sebagai timbal balik, jukir wajib mengenakan atribut resmi seperti rompi, karcis, dan peluit.
"Kita menghimbau jukir memberikan pelayanan terbaik. Citra pengelolaan parkir tidak boleh lagi negatif," tegas Ances. Ia menambahkan, sikap jukir sangat penting karena parkir bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga manajemen lalu lintas dan pelayanan publik.
Dengan strategi dan pembenahan ini, retribusi parkir diharapkan menjadi modal vital bagi pembangunan Kota Padang yang berkelanjutan.






