PA Batusangkar Perkuat Transparansi Publik Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Batusangkar – Pengadilan Agama (PA) Batusangkar menggandeng Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat untuk menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Kamis (7/5/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk menyatukan standar keterbukaan informasi di lingkungan lembaga yudikatif, perguruan tinggi, hingga sekolah di wilayah Batusangkar.

Kegiatan yang berlangsung di aula rektorat UIN Mahmud Yunus Batusangkar ini diikuti oleh berbagai instansi, mulai dari Kemenag Batusangkar, sejumlah Pengadilan Agama di wilayah sekitar, hingga perwakilan sekolah menengah. Para peserta mendapatkan pendampingan langsung terkait pengelolaan dokumen publik serta optimalisasi tampilan situs web badan publik agar lebih informatif bagi masyarakat.

Ketua PA Batusangkar, Rina Eka Fatma, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud komitmen lembaganya dalam mendorong budaya keterbukaan informasi. Menurutnya, kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pelayanan informasi yang lebih prima di seluruh badan publik yang terlibat.

"Kami berterima kasih kepada KI Sumbar yang terus mendorong kami melakukan inovasi dan gebrakan dalam peningkatan pelayanan informasi publik di PPID. Sebagai bentuk semangat kami, hari ini kita ajak badan publik yang ada di Batusangkar bergabung dalam bimtek peningkatan pelayanan informasi publik," ujar Rina.

Wakil Ketua KI Sumbar, Mona Sisca, memberikan apresiasi tinggi atas langkah proaktif PA Batusangkar. Ia menilai kegiatan ini sebagai dampak positif dari konsistensi PA Batusangkar yang sebelumnya sukses meraih predikat juara kategori lembaga yudikatif pada Monev 2025.

"Ini adalah wujud gerakan berdampak positif dari PPID PA Batusangkar. Kami sangat mendukung upaya penyebaran semangat keterbukaan informasi ini ke instansi pendidikan dan lembaga lainnya," ungkap Mona.

Dukungan penuh juga datang dari pihak akademisi. Rektor UIN Mahmud Yunus, Prof. Delmus Puneri Salim, hadir langsung untuk memfasilitasi kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan transparansi di sektor publik. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi coaching karena dapat mempelajari praktik terbaik pengelolaan informasi yang dapat diadaptasi di instansi masing-masing.