Sawahlunto – Universitas Negeri Padang (UNP) didesak untuk segera merealisasikan pembangunan gedung perkuliahan di Kenagarian Kolok, Sawahlunto, yang telah dijanjikan sejak dua tahun lalu. Desakan ini muncul karena dana Rp30 miliar telah disiapkan dan lahan seluas 5,1 hektar telah diserahkan oleh masyarakat setempat.
Ninik Mamak Kenagarian Kolok, Dahler Dt Penghulu Sati, menyampaikan permintaan ini pada Rabu (26/11), menekankan bahwa UNP seharusnya tidak menunda-nunda pembangunan. Ia juga mengingatkan pentingnya penelitian kondisi tanah dan pelibatan ahli geologi mengingat karakteristik tanah Sawahlunto yang rawan pergerakan.
Kepala Dinas Pendidikan Sawahlunto, Dr. Asril, menjelaskan bahwa penundaan disebabkan perubahan nama Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Indonesia. Perbaikan terkait hal ini telah dilakukan di Jakarta dengan melibatkan Walikota Sawahlunto, Riyanda Putra, dan Rektor UNP.
Asril berharap pembangunan segera dimulai mengingat kapasitas ruang kampus yang ada saat ini terbatas. Saat ini, terdapat sekitar 600 mahasiswa yang menempuh pendidikan di kampus tersebut dengan berbagai jurusan, termasuk D-3 Tambang, Alat Berat, PAUD, dan PGSD. Sebagian besar mahasiswa berasal dari luar Sawahlunto.


Komentar