Mesir Hadapi Iran, Berebut Tiket 32 Besar Piala Dunia

Seattle – Mesir akan menghadapi Iran pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Lumen Field, Seattle, Sabtu 27 Juni 2026 WIB. Pertandingan ini menentukan langkah kedua tim ke babak 32 besar, dengan Mesir hanya butuh hasil imbang, sedangkan Iran wajib menang untuk menjaga peluang lolos.

Mesir saat ini memimpin klasemen Grup G dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan. Mereka unggul atas Iran dan Belgia yang sama-sama mengemas dua poin, sementara Selandia Baru berada di posisi juru kunci dengan satu poin.

Situasi tersebut membuat Mesir berada dalam posisi yang lebih menguntungkan. Satu poin sudah cukup mengantar Mohamed Salah dan rekan-rekannya ke fase gugur, sedangkan kemenangan akan memastikan mereka finis sebagai juara grup tanpa bergantung pada hasil pertandingan lain.

Kepercayaan diri Mesir juga terangkat setelah meraih kemenangan 3-1 atas Selandia Baru pada laga sebelumnya. Hasil itu menjadi kemenangan pertama mereka di Piala Dunia 2026 dan sekaligus membawa Mesir ke puncak klasemen sementara.

Mohamed Salah tetap menjadi andalan utama di lini depan. Penyerang berusia 34 tahun itu tinggal membutuhkan satu gol lagi untuk menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Mesir yang masih dipegang pelatih Hossam Hassan dengan 69 gol.

Meski demikian, Hossam menegaskan Mesir tidak akan bertumpu pada Salah saja. Ia menilai kekompakan seluruh pemain akan sangat menentukan dalam laga bertekanan tinggi melawan Iran.

Di sisi lain, Iran datang dengan beban yang lebih besar. Team Melli harus menang jika ingin memastikan tiket ke babak 32 besar.

Bila hanya bermain imbang, nasib Iran masih bergantung pada hasil laga Belgia kontra Selandia Baru yang digelar pada waktu bersamaan. Pelatih Amir Ghalenoei sebelumnya menegaskan timnya ingin memberikan kebanggaan bagi masyarakat Iran.

Sejauh ini, Iran belum merasakan kemenangan, tetapi juga belum kalah. Mereka bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru dan menahan Belgia 0-0.

Iran mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin. Namun, tim asuhan Ghalenoei juga dituntut lebih efektif dalam memaksimalkan peluang karena kemenangan menjadi satu-satunya jalan untuk lolos tanpa bergantung pada hasil tim lain.

Komentar