Padang – Tanah longsor dan banjir bandang menerjang Jorong Balai Belo, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Bencana ini memicu kerusakan parah, termasuk 20 rumah yang tidak layak huni, hancurnya fasilitas air bersih, hilangnya bendungan irigasi, tertimbunnya empat sungai dan jembatan, serta terputusnya akses jalan kabupaten sepanjang 700 meter.
Hujan lebat sejak Jumat (21/11) memicu bencana yang mencapai puncaknya pada Kamis (27/11) malam, menimbun 50-60 hektar lahan pertanian dan perikanan. Sebanyak 36 keluarga atau 96 jiwa sempat dievakuasi akibat kejadian ini.
Masyarakat Jorong Balai Belo bergotong royong membersihkan rumah dan memulihkan akses yang terputus, serta mendirikan posko tanggap darurat dan dapur umum. Bantuan juga datang dari berbagai pihak, termasuk perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Balai Belo Membangun (IKBM).
Pemerintah Kabupaten Agam diharapkan segera membantu memulihkan infrastruktur yang hancur, termasuk pembangunan kembali bendungan dan saluran irigasi, fasilitas air bersih, serta perbaikan jalan dan jembatan. Normalisasi aliran sungai utama juga menjadi prioritas. Saat ini, alat berat sedang membuka akses jalan yang menghubungkan Jorong Balai Belo dengan Jorong Koto Kaciak.
Dampak banjir bandang meliputi tertimbunnya intake air bersih, bendungan, jalan kabupaten sepanjang 650 meter, sawah 50-60 hektar, kolam ikan 2 hektar, dan palawija sekitar 5 hektar. Bantuan telah didistribusikan dari berbagai pihak, termasuk IKBM, Dinas Sosial, Ormas Salimah, BPBD, Baznas Agam, Kecamatan Tanjung Raya, dan alumni SMAN 1 Maninjau.







Komentar