Padang – Liga Futsal Nusantara (LFN) 2026 tingkat Provinsi Sumatra Barat dipastikan berlangsung pada 3-9 Agustus 2026 di Lapangan Rafhely Futsal Bypass, Kota Padang.
Sebanyak delapan klub asal Sumatra Barat akan tampil dalam turnamen resmi futsal level amatir tersebut.
Delapan tim yang sudah memastikan diri ikut serta ialah Akademi Riseva Talawi, Pasaman Saiyo, Gemanicks (Pasaman), EKS Fadillah, Fonstrom (Solok), SF Spartacks, Abell FC, dan Vamos Nakhaza.
Ketua Panitia Pelaksana LFN 2026 Sumbar, Vembi Fernando, menyebut seluruh kesiapan teknis dan daftar peserta sudah tuntas.
“LFN 2026 Sumatra Barat akan berlangsung pada 3 sampai 9 Agustus di Rafhely Futsal Bypass. Alhamdulillah, sudah ada delapan tim yang menyatakan siap berlaga,” kata Vembi, Jumat (31/7/2026).
LFN 2026 juga menandai penerapan skema baru dari Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Dalam format anyar ini, juara tingkat provinsi langsung melangkah ke babak nasional tanpa lagi melewati fase regional yang lebih panjang.
Babak nasional tersebut direncanakan berlangsung di salah satu dari tiga lokasi, yakni Yogyakarta, Jakarta, atau Jawa Barat.
“LFN 2026 ini membuka fase baru dari FFI. Juara provinsi langsung masuk ke nasional yang akan ditentukan FFI. Polanya mirip dengan Liga 4 di sepak bola,” ujar Vembi.
Selain jalur kompetisi yang berubah, FFI juga memberi penekanan pada regenerasi pemain muda dalam regulasi musim ini.
Seluruh tim wajib mendaftarkan pemain dengan batas usia yang ketat, dengan komposisi pemain utama didominasi kelahiran 2004.
Setiap tim juga diwajibkan memiliki sedikitnya enam pemain terdaftar kelahiran 2007 atau berstatus U-19.
“FFI ingin sistem ini fokus pada regenerasi futsal muda. Pemain utama yang tampil adalah kelahiran 2004, dan tiap tim wajib punya sedikitnya enam pemain kelahiran 2007 atau U-19,” kata Vembi.
Ia menambahkan, sejumlah tim juga berpeluang memanfaatkan pemain kelahiran 2009 sebagai persiapan jangka panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Perubahan lain terdapat pada mekanisme promosi menuju Professional Futsal League 2 (PFL 2).
Juara nasional LFN kini tidak otomatis naik kasta, melainkan harus melewati verifikasi kelayakan klub terlebih dahulu.
Struktur kompetisi futsal nasional saat ini terdiri atas PFL 1, PFL 2, dan Liga Futsal Nusantara.
Skema verifikasi diberlakukan untuk memastikan klub siap secara finansial dan manajerial sebelum tampil di liga profesional.
“Juara LFN nasional tidak langsung promosi ke PFL 2. Mereka diberi kesempatan mengikuti verifikasi dulu. Jika dinyatakan layak, barulah promosi dan ikut menambah kuota PFL 2 yang direncanakan naik dari delapan menjadi 10 tim,” jelas Vembi.
Proses verifikasi itu mencakup lima hingga enam aspek, dengan fokus utama pada kondisi keuangan klub.
Peserta juga diwajibkan menyetor deposit dan menunjukkan transparansi finansial yang berkelanjutan.
“Salah satu poin penting adalah finansial. Klub yang ikut verifikasi harus menyetor deposit sekitar Rp150 juta dan punya kekuatan finansial yang jelas, baik dari pendapatan sendiri, pemilik klub, maupun dukungan sponsorship,” terangnya.
Untuk mendorong profesionalisme pengelolaan klub di Sumatra Barat dan seluruh Indonesia, pendaftaran LFN 2026 kini terintegrasi secara digital melalui Sistem Informasi dan Administrasi PSSI/FFI (SIAP).
Penerapan sistem itu membuat seluruh klub peserta wajib memiliki status badan hukum yang sah.
“Saat ini pendaftaran di seluruh provinsi sudah wajib memakai sistem SIAP. Artinya, semua klub peserta LFN 2026 harus berbadan hukum secara legal. Kami berharap wakil Sumatra Barat bisa tampil maksimal dan melaju hingga tingkat nasional,” pungkas Vembi.







Komentar