Padang – Pengurus Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Lembaga Advokasi dan Kebudayaan Adat Minangkabau (LAKAM) Kota Padang periode 2026-2031 resmi dilantik di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota, Sabtu (25/4/2026). Pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran lembaga adat dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, yang hadir mewakili Wali Kota, menekankan bahwa LAKAM memegang peranan krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas budaya daerah. Menurutnya, keberadaan lembaga ini sangat selaras dengan visi Kota Padang sebagai kota pintar dan sehat yang berlandaskan agama dan budaya.
"Keberadaan LAKAM sangat penting untuk memperkuat, melestarikan, dan mengembangkan adat serta budaya Minangkabau. Hal ini juga sejalan dengan salah satu program unggulan pemerintah kota, yakni Sinergi Nagari," ujar Raju saat memberikan sambutan.
Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP LAKAM, Azwar Siri, menetapkan Mahmuddin sebagai Ketua DPD LAKAM Kota Padang, didampingi Montria Yellis sebagai sekretaris dan Sukria Chaniago sebagai bendahara. Struktur organisasi ini nantinya akan didukung oleh 17 divisi untuk menjalankan program kerja ke depan.
Azwar Siri menjelaskan bahwa LAKAM mengemban tiga fungsi utama, yakni sebagai edukator, advokator, dan mediator. Lembaga ini diharapkan mampu menjadi penengah dalam penyelesaian persoalan masyarakat melalui musyawarah, sekaligus menjadi representasi penjaga eksistensi budaya Minangkabau.
Menanggapi amanah tersebut, Ketua DPD LAKAM Kota Padang, Mahmuddin, menegaskan komitmennya untuk menjalankan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Pihaknya berencana melakukan ekspansi organisasi hingga ke tingkat kecamatan untuk memperluas jangkauan pelestarian adat.
"Kami mengusung semangat pembaruan tanpa meninggalkan nilai-nilai adat. Langkah awal kami adalah membentuk cabang dan ranting di 11 kecamatan di Kota Padang agar peran LAKAM semakin dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkas Mahmuddin.


