Koeman Mundur Setelah Belanda Tersingkir di Piala Dunia 2026

Jakarta – Ronald Koeman resmi mengakhiri tugasnya sebagai pelatih Timnas Belanda, hanya sehari setelah De Oranje tersingkir dari Piala Dunia 2026. Belanda gagal lolos ke babak 16 besar usai kalah dari Maroko melalui adu penalti.

Koeman, yang kini berusia 63 tahun, menyampaikan keputusan itu lewat akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan bahwa dirinya memikul tanggung jawab penuh atas hasil mengecewakan yang diraih timnya.

“Semalam saya memutuskan untuk mengakhiri masa jabatan saya sebagai pelatih kepala Tim Nasional Belanda,” tulis Koeman.

Meski menutup masa kepelatihannya dengan kegagalan, Koeman tetap menyatakan kebanggaannya atas perjalanan panjang di sepak bola. Ia mengenang pengalaman melatih sejumlah klub besar Eropa, termasuk Vitesse, Ajax Amsterdam, Benfica, PSV Eindhoven, dan Barcelona, serta dua kali menangani Timnas Belanda.

Kegagalan di Piala Dunia 2026 disebut Koeman sebagai pukulan berat. Ia menegaskan bahwa sebagai pelatih kepala, dirinya tidak bisa melepaskan tanggung jawab atas hasil buruk tersebut.

“Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya. Sebagai pelatih kepala, tanggung jawab itu ada di pundak Anda. Saya selalu merasakannya, dan akan selalu begitu,” ujarnya.

Koeman juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain yang pernah bekerja bersamanya selama memimpin Tim Oranye. Menurut dia, kerja keras, karakter, dan kepercayaan diri para pemain selalu menjadi sumber motivasinya.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua pemain yang pernah mendapat kesempatan bekerja sama dengan saya. Usaha, karakter, dan kepercayaan diri kalian telah memotivasi saya setiap hari,” katanya.

Setelah mundur, Koeman mengaku belum berencana kembali ke dunia kepelatihan dalam waktu dekat. Ia memilih beristirahat setelah menjalani karier panjang di sepak bola.

“Beberapa tahun terakhir membuat saya sadar bahwa masih banyak hal lain dalam hidup yang ingin saya lakukan,” ucap mantan bek Barcelona itu.

Keputusan Koeman mundur datang di tengah kritik terhadap pendekatan defensif yang ia terapkan saat menghadapi Maroko. Belanda sempat unggul, tetapi gagal mempertahankan keunggulan setelah kebobolan pada masa injury time, lalu takluk dalam adu penalti.

Kini, Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) harus segera mencari pengganti untuk memimpin De Oranje pada agenda internasional berikutnya.

Komentar