Purwakarta – Kementerian Ketenagakerjaan bersama PT Indo-Rama Synthetics Tbk menyalurkan modal usaha kepada lima kelompok Tenaga Kerja Mandiri di Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat (7/8/2026).
Bantuan itu diberikan kepada tiga kelompok TKM lanjutan dan dua kelompok TKM pemula sebagai bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menekan pengangguran berbasis komunitas.
Program tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai dukungan dana, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan di tingkat akar rumput.
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Sugeng Heri Suseno, mengatakan lima kelompok penerima dipilih melalui proses seleksi yang ketat.
Ia menilai para penerima yang lolos memiliki peluang besar untuk berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Saya mengapresiasi PT Indo-Rama Synthetics Tbk yang kembali melanjutkan kemitraan strategis ini. Bantuan yang diserahkan hari ini merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang dan cermat,” ujar Sugeng saat penyerahan bantuan.
Sugeng menjelaskan, bantuan modal itu memiliki fungsi berbeda sesuai tahap usaha masing-masing kelompok.
Untuk kelompok lanjutan, dukungan diarahkan untuk menambah kapasitas produksi, memperbarui peralatan, dan memperluas pasar melalui kanal digital.
Sementara itu, kelompok pemula memanfaatkan bantuan tersebut sebagai modal awal agar usaha mereka dapat terus berjalan dan berkembang.
Ia menegaskan bahwa inti Program Tenaga Kerja Mandiri adalah mendorong masyarakat beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
“Inilah esensi Program Tenaga Kerja Mandiri, yaitu mengubah pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” katanya.
Kemnaker mencatat, kemitraan serupa sebelumnya juga menunjukkan hasil positif.
Pada tahun lalu, tiga kelompok TKM penerima bantuan mampu menyerap tenaga kerja baru dan ikut menggerakkan ekonomi lokal melalui rantai pasok.
Sugeng berharap para penerima kali ini dapat mengelola modal dengan optimal.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan inovasi agar usaha yang dijalankan tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi penggerak ekonomi di Purwakarta.







Komentar