Kemenko Perekonomian Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi Ekonomi Global

Jakarta – Pemerintah menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Generasi muda juga diminta memahami kondisi ekonomi nasional maupun internasional, serta membangun karakter, integritas, dan kemampuan beradaptasi.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Usaha BUMN Bidang Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, dan Kesehatan Kemenko Perekonomian Moch. Edy Yusuf menegaskan, Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan dunia karena berada dalam rantai pasok global.

“Karena Indonesia bagian dari global supply chain, perkembangan geopolitik dunia pasti berdampak kepada kita. Karena itu, generasi muda harus rajin membaca, memahami situasi global, dan mampu beradaptasi dengan perubahan,” ujar Edy dalam Kunjungan Studi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Immanuel Yogyakarta di Jakarta, Selasa (19/05).

Dalam pertemuan itu, Edy menjelaskan perkembangan perekonomian Indonesia di tengah sejumlah tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik internasional, perdagangan dunia, hingga ketidakpastian ekonomi global. Ia juga memperkenalkan tugas dan fungsi Kemenko Perekonomian serta mendorong mahasiswa memahami proses perumusan dan koordinasi kebijakan ekonomi nasional.

Edy menyebut, ekonomi nasional masih menunjukkan ketahanan yang cukup baik meski berada di bawah tekanan global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat 5,61 persen, ditopang konsumsi masyarakat, investasi, industri pengolahan, dan momentum hari besar.

Ia turut menekankan perlunya menjaga iklim investasi yang kondusif agar dapat mendorong ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi diharapkan tetap inklusif dan berkelanjutan.

Selain itu, Edy memaparkan peran Kemenko Perekonomian dalam koordinasi lintas sektor, termasuk pengelolaan dan pengembangan usaha BUMN. Menurut dia, BUMN memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penguatan berbagai sektor industri nasional.

Pada kesempatan yang sama, Edy mengajak mahasiswa terus belajar, memperluas wawasan, dan membangun karakter positif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Ia menegaskan, generasi muda tidak cukup hanya cerdas, tetapi juga harus memiliki integritas dan kepedulian sosial.

“Kami berharap mahasiswa bisa memperoleh wawasan yang lebih luas tentang kondisi perekonomian Indonesia dan semakin termotivasi untuk terus belajar serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional,” kata Pranata Humas Ahli Madya Kemenko Perekonomian Thelma Amelita.

Komentar

REKOMENDASI