Kemenag Sawahlunto dan Rutan Perkuat Pembinaan Santri Binaan

Sawahlunto – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto menggandeng Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sawahlunto untuk memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga binaan yang mengikuti program pesantren. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU pada Kamis (2/7) di Kantor Kemenag Kota Sawahlunto.

Penandatanganan dilakukan Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto Dr. H. Zulkifli bersama Kepala Rutan Kelas IIB Sawahlunto Mustafa.

Melalui kesepakatan tersebut, Kemenag menyiapkan sejumlah materi pembinaan untuk para santri di Rutan. Program itu meliputi akidah dan tauhid, fikih ibadah, pembinaan akhlak atau karakter, bimbingan membaca Alquran, serta penyuluhan wawasan keislaman.

Zulkifli menilai kurikulum pembinaan itu diharapkan dapat membentuk karakter santri menjadi lebih baik sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan mereka. Menurut dia, bekal tersebut penting saat warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Di sisi lain, Mustafa menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menegaskan, program pembinaan dari Kemenag akan memberi manfaat besar bagi warga binaan di Rutan Sawahlunto.

“Kami sangat senang dan menyambut baik adanya MoU ini. Semoga kerja sama ini dapat mempererat silaturahmi antara Rutan dan Kemenag serta meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli yang akrab disapa Buya juga menawarkan program Sawahlunto Berzikir serta Berwibawa (Berinfak dan Berwakaf Membantu Warga) sebagai bagian dari penguatan nilai keagamaan dan kepedulian sosial.

Ia berharap para alumni santri pesantren Rutan dapat kembali ke masyarakat dengan akhlak yang baik, diterima lingkungan, dan menjalani kehidupan yang lebih positif.

“Rutan harus menjadi rumah taubat, tempat membina diri agar setelah bebas mereka dapat kembali ke jalan yang benar dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata Zulkifli.

Komentar