Keluarga Bayi Alceo Tuding RSUP M Djamil Kerahkan Karyawan Jadi Buzzer

Padang – Keluarga mendiang bayi Alceo Hanan Flantika melayangkan tuduhan serius terhadap RSUP M Djamil Padang. Pihak keluarga menyebut manajemen rumah sakit memerintahkan karyawannya untuk menjadi "buzzer" guna memberikan komentar negatif pada unggahan media sosial terkait kasus kematian bayi tersebut.

Doris Flantika, ayah mendiang Alceo, mengaku mendapatkan informasi tersebut langsung dari sejumlah pegawai rumah sakit. Menurutnya, terdapat instruksi terstruktur yang mewajibkan karyawan menyerang narasi keluarga di media sosial.

"Kami mendapatkan info itu dari kenalan yang bekerja di sana. Mereka meneruskan pesan tentang perintah itu kepada kami," ujar Doris, Rabu (22/4/2025).

Doris menambahkan, perintah tersebut tidak hanya bersifat ajakan, tetapi juga disertai ancaman sanksi bagi karyawan yang justru mendukung atau membagikan berita kematian Alceo. Ia menilai tindakan ini sebagai bentuk arogansi institusi yang merasa kebal hukum.

Senada dengan suaminya, Nuri Khairma, ibu dari Alceo, membeberkan adanya skema imbalan bagi karyawan yang bersedia menjalankan instruksi tersebut. Nuri menyebut pihak rumah sakit menjanjikan insentif sebesar Rp5 ribu untuk setiap komentar negatif yang ditujukan pada akun media sosial pribadinya maupun pemberitaan terkait.

"Untuk seluruh karyawan rumah sakit ini, yang mau berkomentar negatif di postingan saya atau pun di berita-berita tersebar itu akan diberikan reward Rp5 ribu per komentar. Dan yang memberikan komentar positif atau share akan mendapatkan sanksi," ungkap Nuri.

Kasus ini bermula dari kekecewaan keluarga atas pelayanan RSUP M Djamil yang dinilai tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) hingga diduga terjadi malpraktik. Bayi Alceo sebelumnya sempat dirawat selama sepekan akibat luka bakar sebelum akhirnya meninggal dunia.

Menanggapi tudingan tersebut, Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas, membantah keras adanya pengerahan karyawan sebagai buzzer. Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit saat ini hanya berfokus pada upaya peningkatan kualitas pelayanan medis.

"Sejauh ini kami terus fokus pada peningkatan pelayanan. Terkait buzzer dan pemberian imbalan, lebih tepatnya tanyakan kepada yang memberikan informasi," tegas Dovy.