Kayu Tanam Lestarikan Sejarah Hubungkan BIM Kembangkan Pariwisata

Padang Pariaman – Stasiun Kayu Tanam (KTN), stasiun kelas II di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, terus beroperasi melayani enam perjalanan Kereta Api (KA) Lembah Anai relasi Kayutanam-Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Stasiun ini menjadi saksi bisu perkembangan perkeretaapian di wilayah tersebut sejak awal abad ke-20.

Stasiun yang ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya ini, terletak di kilometer 60+038 jalur Teluk Bayur-Padang-Lubuk Alung-Sawahlunto. Arsitektur kolonial yang masih terjaga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Keberadaan Stasiun Kayu Tanam memiliki kaitan erat dengan pembangunan jaringan rel oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menghubungkan kawasan tambang, pelabuhan, dan pusat ekonomi. Dahulu, stasiun ini menjadi titik penghubung utama, termasuk jalur kereta bergigi (rack railway) satu-satunya di Sumatera Barat menuju Padang Panjang.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) meresmikan layanan kereta lokal Lubuk Alung – Kayu Tanam pada 1 November 2016, yang kemudian diperpanjang hingga BIM pada 22 Maret 2019. Layanan ini memberikan manfaat bagi warga sekitar untuk mengakses pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan bandara.

Stasiun Kayu Tanam juga menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang ingin mengunjungi objek wisata seperti Air Terjun Lembah Anai dan Jembatan Tinggi Kereta Api yang merupakan bagian dari Warisan Dunia UNESCO.

KAI berupaya mengembangkan Stasiun Kayu Tanam menjadi “smart station” dengan penguatan digitalisasi layanan dan peningkatan fasilitas inklusif. KAI juga berkomitmen untuk terus menjaga warisan sejarah stasiun ini.

Komentar