Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat (Sumbar) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk menyambut Angkutan Lebaran 2026/1447 H. Langkah ini diwujudkan melalui penyuluhan kesehatan, manajemen kelelahan, serta pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang digelar pada Rabu (11/3/2026).
Menurut Assistant Manager Kesehatan Divre II Sumbar, dr. Doni Fitra Yogi, kesiapan fisik dan mental pekerja sangat krusial dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api, terutama saat periode Angkutan Lebaran yang mengalami lonjakan mobilitas masyarakat.
Kegiatan ini menyasar para pekerja Divre II Sumbar yang terlibat langsung dalam operasional perkeretaapian. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan kelelahan kerja dan kemampuan dasar dalam menangani kondisi darurat.
Materi manajemen kelelahan disampaikan oleh Dokter Fungsional 3 Divre II Sumbar. Ia menekankan pentingnya pengelolaan waktu istirahat, menjaga kebugaran tubuh, dan melakukan refreshing untuk menjaga stamina, konsentrasi, dan fokus pekerja selama bertugas.
Sementara itu, Dokter Umum Klinik Mediska Padang memberikan pelatihan P3K. Peserta dibekali pengetahuan tentang langkah-langkah penanganan awal jika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat di lingkungan kerja.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti praktik langsung teknik dasar pertolongan pertama. Sesi praktik ini dipandu oleh narasumber untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi situasi darurat.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen KAI dalam memastikan seluruh aspek operasional kereta api berjalan selamat, aman, dan andal selama Angkutan Lebaran. "Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para pekerja memiliki kondisi fisik dan mental yang prima serta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanganan keadaan darurat," ujarnya.
KAI Divre II Sumbar berharap kegiatan ini membuat para pekerja semakin siap menghadapi peningkatan aktivitas operasional selama Posko Angkutan Lebaran 2026/1447 H, sehingga operasional kereta api dapat berjalan dengan selamat, aman, dan lancar.






