Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyiapkan 124.672 tempat duduk untuk masa angkutan libur sekolah yang berlangsung pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Kapasitas ini disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat yang bepergian untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun bersama keluarga.
KAI Divre II Sumbar menyediakan rata-rata 7.792 kursi per hari untuk melayani perjalanan masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Barat. Langkah tersebut menjadi bagian dari kesiapan perusahaan dalam menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan pihaknya terus menjaga mutu layanan, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga dari pengalaman perjalanan pelanggan.
“KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang selamat, tepat waktu, nyaman, dan terjangkau selama masa libur sekolah. Antusiasme masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat karena dinilai praktis, ekonomis, serta mampu menghindarkan pelanggan dari kepadatan lalu lintas di jalan raya,” ujar Reza.
Untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie-Bandara Internasional Minangkabau (BIM), KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima-Naras, dan KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam-Padang.
KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap hari masih menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan karena memberi akses mudah menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah Pariaman. Dengan tarif Rp5.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang cepat, nyaman, dan bebas macet selama musim liburan.
Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres beroperasi 12 perjalanan per hari dengan relasi BIM-Pulau Aie. Kereta ini menjadi moda strategis yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau dengan pusat Kota Padang, sekaligus kerap dipilih rombongan pelajar dan wisatawan melalui layanan pemesanan tiket rombongan yang praktis dan efisien.
Adapun KA Lembah Anai melayani enam perjalanan setiap hari pada relasi Kayu Tanam-Padang. Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menikmati panorama khas Sumatera Barat berupa perbukitan, persawahan, dan suasana pedesaan yang asri.
“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perekonomian daerah, serta mobilitas masyarakat yang lebih efisien dan berkelanjutan,” kata Reza.
Hingga Senin, 22 Juni 2026 pukul 12.00 WIB, KAI Divre II Sumbar mencatat 36.200 tiket KA lokal telah terjual. Jumlah itu masih akan bertambah seiring berlanjutnya penjualan tiket.
Penjualan tersebut merupakan akumulasi pemesanan untuk keberangkatan 20 Juni hingga 29 Juni 2026, karena tiket KA lokal dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI.
Selain memastikan kapasitas angkut, KAI Divre II Sumbar juga rutin memeriksa sarana, prasarana, dan fasilitas pelayanan di stasiun maupun di atas kereta. Kesiapan petugas operasional turut ditingkatkan untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan selama masa angkutan libur sekolah.
Masyarakat juga diimbau membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi KAI lainnya, serta menghindari pembelian lewat pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencegah penipuan.
“Kami mengajak masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini dan memanfaatkan layanan kereta api selama libur sekolah. Selain nyaman, aman, dan terjangkau, kereta api juga memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan sekaligus mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan,” tutup Reza.






Komentar