Jakarta Sambut FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Full Kekuatan

Jakarta – FIFA ASEAN Cup 2026 dipastikan akan bergulir di Jakarta dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai salah satu venue pertandingan.

Kepastian itu terlihat dari unggahan terbaru Kementerian Komunikasi dan Digital di Instagram yang memuat jadwal ajang olahraga kelas dunia pada September 2026.

Dalam unggahan tersebut, Komdigi menyebut Indonesia siap menjadi tuan rumah beragam agenda internasional sepanjang 2026 hingga awal 2027, mulai dari olahraga, festival budaya, konser musik, hingga pameran.

FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2026.

Kehadiran turnamen ini menjadi perhatian karena berbeda dengan Piala AFF 2026 yang saat ini tengah diikuti Timnas Indonesia.

FIFA ASEAN Cup merupakan kompetisi regional bentukan FIFA yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dalam satu turnamen di bawah naungan federasi dunia tersebut.

Gagasan turnamen ini diumumkan FIFA pada Oktober 2025 setelah Presiden FIFA Gianni Infantino dan ASEAN memperbarui kerja sama dalam KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan bahwa ajang ini dirancang untuk mendorong perkembangan sepak bola di Asia Tenggara sekaligus memberi panggung bagi para pemain terbaik di kawasan itu.

FIFA juga menyebut turnamen tersebut terinspirasi dari konsep FIFA Arab Cup dan akan melibatkan seluruh asosiasi anggota FIFA dari kawasan Asia Tenggara.

Untuk edisi 2026, FIFA ASEAN Cup dikabarkan akan diikuti 14 tim yang dibagi ke dalam dua divisi.

Timnas Indonesia menjadi salah satu negara yang diproyeksikan tampil, dengan sejumlah pertandingan dijadwalkan berlangsung di Jakarta.

Bagi skuad Garuda, ajang ini berpotensi menjadi momentum penting karena jadwalnya bertepatan dengan periode pertandingan internasional FIFA pada akhir September hingga awal Oktober 2026.

Kondisi tersebut menjadi pembeda utama dengan Piala AFF 2026 yang tidak masuk kalender pertandingan internasional FIFA.

Karena itu, klub tidak memiliki kewajiban yang sama untuk melepas pemain ke tim nasional saat Piala AFF digelar.

Situasi itu selama ini kerap menjadi kendala bagi negara-negara Asia Tenggara di Piala AFF karena tim nasional berisiko tidak bisa menurunkan pemain terbaik jika klub menolak melepas mereka akibat padatnya kompetisi domestik atau agenda klub.

Komentar