Jakarta – Timnas Iran kembali menatap Piala Dunia 2026 dengan reputasi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Di tengah dominasi Jepang dan Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir, Iran tetap menjadi salah satu kekuatan paling stabil di Asia.
Meski belum pernah juara dan belum sekali pun menembus babak 16 besar, Iran kerap menyulitkan tim-tim besar. Mereka bukan tim glamour atau favorit utama, tetapi hampir selalu tampil keras dan alot saat menghadapi lawan kuat.
Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi peluang berbeda bagi Team Melli. Format baru dengan 48 peserta membuka jalan lebih lebar bagi negara-negara Asia untuk melangkah lebih jauh.
Iran datang ke turnamen itu dengan pengalaman, mental bertanding, dan generasi pemain yang sudah matang. Modal tersebut membuat mereka berpeluang mengakhiri catatan buruk yang selama ini membayangi di fase grup.
Iran bukan nama baru di panggung sepak bola dunia. Negara Asia ini punya tradisi kuat dan sejarah panjang di level internasional.
Edisi 2026 akan menjadi penampilan ketujuh Iran di Piala Dunia. Sebelumnya, mereka tampil pada 1978, 1998, 2006, 2014, 2018, dan 2022.
Namun, dari enam kesempatan itu, Iran selalu terhenti di fase grup. Sejumlah kemenangan bersejarah menjadi pencapaian terbaik mereka sejauh ini.
Salah satu yang paling dikenang terjadi pada Piala Dunia 1998, saat Iran menundukkan Amerika Serikat 2-1 dalam laga yang sarat tensi politik dan emosi. Hasil itu masih dipandang sebagai salah satu momen terbesar dalam sejarah sepak bola Iran.
Dari sisi permainan, banyak pengamat menilai penampilan Iran di Piala Dunia 2018 sebagai yang paling impresif. Saat itu, mereka nyaris lolos dari grup yang dihuni Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Iran hanya terpaut satu poin dari tiket ke fase gugur. Mereka bahkan sempat membuat Cristiano Ronaldo dan Portugal frustrasi hingga laga terakhir, sebelum akhirnya gagal melaju.
Kegagalan tipis itu justru semakin menguatkan citra Iran sebagai tim yang sulit ditaklukkan.




Komentar