I.League Tegaskan Persija Tidak Akan Dikenai Sanksi Pengurangan Poin

I.League tegaskan sanksi tersebut belum memiliki dasar aturan dalam Kode Disiplin PSSI.

Jakarta – I.League memastikan belum ada regulasi yang mengatur sanksi pengurangan poin bagi klub Super League akibat kerusuhan suporter.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, di Kantor I.League, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/10/2026).

Pernyataan itu sekaligus meredam rumor yang menyebut Persija Jakarta bakal kehilangan poin menyusul insiden keributan suporter saat melawan Persita Tangerang.

Pertandingan pekan kelima Super League 2026/2027 tersebut berlangsung di Banten International Stadium pada Sabtu (17/10/2026) dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan Persita.

Ferry menjelaskan bahwa Kode Disiplin PSSI saat ini memang belum mencantumkan poin spesifik mengenai pengurangan nilai bagi klub yang suporternya terlibat kerusuhan.

“Memang di dalam Kode Disiplin belum tertera terhadap indikasi atau larangan kerusuhan yang terjadi ini,” ujar Ferry.

Komite Disiplin PSSI sebelumnya telah menjatuhkan sanksi berupa larangan tur tandang bagi kelompok suporter The Jakmania selama setengah musim.

Selain itu, pihak pengelola liga juga memberikan denda sebesar Rp30 juta kepada Persija Jakarta atas insiden tersebut.

Meskipun belum ada aturan yang berlaku, I.League membuka peluang untuk mendorong pembentukan regulasi khusus agar klub dapat menerima sanksi lebih berat demi menciptakan efek jera.

Ferry menekankan bahwa keamanan penonton, termasuk perempuan dan anak-anak yang kini semakin banyak hadir di stadion, menjadi prioritas utama penyelenggara kompetisi.

“Tidak menutup kemungkinan kami akan mendorong untuk diberikan sanksi dalam satu regulasi tersendiri untuk hukuman pengurangan poin,” kata Ferry.

Komentar