Herdman Kritik Garuda, Dorong Mentalitas Kolektif Menyerang

Jakarta – Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, melontarkan kritik terbuka terhadap pola main skuad Garuda pada era sebelumnya. Ia menilai permainan Indonesia terlalu pasif dan terlalu bergantung pada transisi serta keberadaan striker murni.

Pernyataan itu disampaikan Herdman saat memimpin latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta. Menurut pelatih asal Inggris itu, ketajaman tim tidak bisa diselesaikan hanya dengan mencari penyerang tengah atau nomor 9.

Herdman menegaskan, hal yang paling penting justru membangun mentalitas kolektif di dalam tim. Ia ingin semua pemain, tanpa memandang posisi, merasa punya tanggung jawab untuk mencetak gol.

“Di sini, orang-orang terus berbicara soal nomor sembilan, penyerang tengah, dan mengatakan Indonesia membutuhkan penyerang tengah murni. Bagi saya, Indonesia justru lebih membutuhkan mentalitas kolektif bahwa siapa pun dalam tim bisa mencetak gol,” ujar John Herdman dikutip tvOnenews.

Mantan pelatih Timnas Kanada itu menyebut perubahan pola pikir sebagai kunci utama. Ia meminta para pemain lebih berani masuk ke kotak penalti lawan tanpa ragu.

“Kami harus mengubah pola pikir itu dan memberi kepercayaan penuh kepada para pemain untuk berani masuk ke area kotak penalti lawan. Solusi utama untuk mencetak lebih banyak gol adalah mengubah pola pikir dan mentalitas bertanding pemain,” lanjutnya.

Selain soal produktivitas gol, Herdman juga mengaku kecewa dengan pola permainan Timnas Indonesia sebelumnya. Menurut dia, skuad Garuda terlalu sering fokus bertahan dan menunggu momen serangan balik.

“Gaya bermain tim nasional sebelumnya bagi saya pribadi terlihat terlalu pasif. Sangat pasif. Polanya selalu bertahan, transisi, bertahan, lalu transisi lagi,” katanya.

Untuk mengubah situasi itu, Herdman mulai menerapkan filosofi permainan modern yang lebih dinamis. Ia meminta lini belakang ikut aktif membangun serangan dan berani memecah garis pertahanan lawan.

“Kami membutuhkan lebih banyak pemain dengan visi bermain ‘plus satu’, melakukan overload, serta bek tengah dan bek sayap yang berani maju untuk memecah garis pertahanan lawan. Dengan cara ini, kami akan jauh lebih siap menghadapi siapa pun,” pungkasnya.

Komentar

REKOMENDASI