Surabaya – Peluang Timnas Indonesia menambah amunisi baru untuk Piala AFF 2026 terbuka lebar dengan masuknya nama gelandang Madura United, Jordy Wehrmann, dalam radar pelatih John Herdman. Pemain yang memiliki darah Indonesia dan kini tampil di Super League itu dinilai berpotensi memperkuat skuad Garuda.
Kehadiran Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia membawa harapan akan munculnya wajah-wajah baru di tim nasional. Lini tengah menjadi salah satu sektor yang disebut paling membutuhkan tambahan tenaga, terutama pemain dengan pengalaman di kompetisi Eropa yang ketat.
Wehrmann dinilai cocok untuk kebutuhan tersebut. Gelandang berusia 27 tahun itu punya garis keturunan Indonesia dari keluarganya dan lebih dulu merasakan atmosfer sepak bola kasta tertinggi Belanda sebelum melanjutkan karier di Eropa.
Ia merupakan produk akademi Feyenoord, klub yang dikenal rutin melahirkan pemain berkualitas. Dalam periode 2018-2019, Wehrmann bahkan pernah satu tim dengan Robin van Persie.
Setelah itu, ia sempat tampil bersama tim utama Feyenoord dan mencicipi Eredivisie sebelum pindah ke sejumlah klub di luar Belanda.
Pengalamannya bertambah saat membela FC Luzern di Swiss. Bersama klub tersebut, Wehrmann merasakan gelar juara Piala Swiss musim 2020-2021.
Sejak bergabung dengan Madura United pada 2024, performa Wehrmann terjaga stabil. Ia menjadi penggerak permainan di lini tengah dengan catatan 50 penampilan dan empat gol untuk Laskar Sape Kerrab.
Situasi itu membuat peluang naturalisasi Wehrmann semakin terbuka. Adaptasinya dengan sepak bola Indonesia juga sudah berjalan, sehingga ia dinilai tidak memerlukan waktu lama bila dipanggil memperkuat Timnas Indonesia.
Sebelumnya, Herdman menegaskan bahwa dirinya membuka kesempatan bagi pemain keturunan yang memiliki kualitas untuk membela Garuda. Menurut dia, pengalaman bermain di level elite dunia menjadi salah satu syarat penting agar Indonesia dapat bersaing di level internasional.
“Untuk bisa bersaing di panggung dunia, Anda membutuhkan pemain level satu dan dua, pemain yang bermain di lima liga top dunia,” kata Herdman.
Pelatih asal Inggris itu juga menilai pengalaman di kompetisi berintensitas tinggi akan memberi dampak besar terhadap kualitas permainan tim. Karena itu, ia tidak ingin menutup peluang bagi pemain yang memiliki rekam jejak kuat di Eropa.







Komentar