Haul Tan Malaka ke-77: Agenda Daerah dan Usulan Tugu Pahlawan Mengemuka

Limapuluh Kota – Peringatan Haul ke-77 Tan Malaka diwarnai usulan penting. Yayasan Ibratama mendorong Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menjadikan peringatan haul sebagai agenda resmi daerah. Selain itu, pembangunan tugu lima tokoh pahlawan di SMP Negeri 1 Payakumbuh juga menjadi sorotan.

Acara yang berlangsung khidmat di makam dan Rumah Gadang Tan Malaka, Nagari Pandam Gadang, dihadiri Bupati Limapuluh Kota H Safni, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, anggota DPRD, tokoh masyarakat, dan pegiat sejarah. Rangkaian acara meliputi upacara simbolis, doa bersama, dan tabur bunga di pusara Tan Malaka, pahlawan nasional yang dikenal sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan dan pemikir republik.

Ketua Yayasan Ibratama, Ferizal Ridwan, secara langsung menyampaikan harapan agar Bupati merevisi peraturan bupati tentang peringatan hari besar dan sejarah. "Kami berharap Haul Tan Malaka pada 2 Juli atau 21 Februari bisa menjadi peringatan resmi daerah," ujarnya. Ia juga mengusulkan agar renungan suci malam 17 Agustus dipusatkan di makam Tan Malaka.

Lebih lanjut, Ferizal Ridwan menjelaskan rencana pembangunan tugu di SMP Negeri 1 Payakumbuh yang akan menampilkan Tan Malaka, Mohammad Hatta, Sjafruddin Prawiranegara, Tuanku Imam Bonjol, dan Chairil Anwar. "Kami akan berupaya mencari dukungan dana dan sponsor untuk pembangunan tugu tersebut. Harapannya, pemerintah daerah dapat memberikan izin dan dukungan," katanya.

Terkait sejarah PDRI, YPP PDRI 1948-1949 berharap dapat kembali dilibatkan sebagai pemangku kepentingan oleh pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Mereka menilai daerah basis PDRI perlu mendapat perhatian lebih proporsional dalam narasi sejarah nasional. Perwakilan YPP PDRI menyebut pihaknya telah memperjuangkan pelurusan sejarah PDRI sejak tahun 2000.

Yayasan juga mengusulkan penamaan jalan dan gedung dengan nama pahlawan nasional, serta mendorong perubahan nama Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) dengan nama tokoh pahlawan asal daerah. Selain itu, Yayasan Ibratama memohon dukungan untuk pendirian Universitas Islam Tan Malaka.

Bupati Limapuluh Kota, Safni, menyatakan pemerintah daerah akan melanjutkan kolaborasi dengan Yayasan Ibratama agar tempat tersebut semakin banyak dikunjungi wisatawan. "Kita lanjutkan kolaborasi Pemerintah dengan yayasan (Ibratama), kita jadikan tempat bersejarah bagi wisatawan, sebab masih banyak anak-anak, generasi muda kita yang belum tahu siapa itu Tan Malaka sesungguhnya," ucapnya.

Safni menambahkan, langkah nyata akan diambil dengan pembebasan lahan untuk peningkatan fasilitas dan infrastruktur jalan. "Tentu sesuai yang disampaikan Buya (Ferizal Ridwan) tadi, kita hitung dahulu pembebasan lahan, termasuk untuk peningkatan infrastruktur jalan. Kita juga akan jadikan peringatan ini sebagai agenda tahunan," tutupnya.

Ketua panitia Desmar Ayudi menambahkan, rangkaian kegiatan haul tidak hanya berupa upacara dan ziarah, tetapi juga silaturahim dan buka puasa bersama. Khairul Apit, Presidium Tan Malakais, menutup acara dengan menyatakan, "Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat ingatan sejarah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat."