Limapuluh Kota – Peringatan Haul ke-77 Tan Malaka diwarnai usulan penetapan sebagai agenda resmi daerah dan pembangunan tugu pahlawan. Acara yang berlangsung khidmat di makam dan Rumah Gadang Tan Malaka, Nagari Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Minggu (22/2/2026), dihadiri Bupati Limapuluh Kota H Safni, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, anggota DPRD, tokoh masyarakat, dan pegiat sejarah.
Rangkaian acara meliputi upacara simbolis, doa bersama, dan tabur bunga di pusara Tan Malaka, pahlawan nasional yang dikenal sebagai tokoh pergerakan kemerdekaan dan pemikir republik.
Ketua Yayasan Ibratama, Ferizal Ridwan, menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota merevisi peraturan bupati tentang peringatan hari besar dan sejarah. "Kami berharap Haul Tan Malaka pada 2 Juli atau 21 Februari bisa menjadi peringatan resmi daerah," ujarnya.
Lebih lanjut, Ferizal mengusulkan agar renungan suci malam 17 Agustus dipusatkan di makam Tan Malaka. Yayasan juga mengusulkan pembangunan tugu di kompleks SMP Negeri 1 Payakumbuh, menampilkan lima tokoh nasional dan daerah: Tan Malaka, Mohammad Hatta, Sjafruddin Prawiranegara, Tuanku Imam Bonjol, dan Chairil Anwar. "Kami akan berupaya mencari dukungan dana dan sponsor untuk pembangunan tugu tersebut. Harapannya, pemerintah daerah dapat memberikan izin dan dukungan," imbuhnya.
Terkait sejarah PDRI, YPP PDRI 1948-1949 berharap dapat kembali dilibatkan sebagai pemangku kepentingan oleh pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Mereka menilai daerah basis PDRI perlu mendapat perhatian lebih proporsional dalam narasi sejarah nasional. Perwakilan YPP PDRI menyebut, sejak tahun 2000 pihaknya memperjuangkan pelurusan sejarah PDRI hingga terbitnya Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara.
Yayasan juga mengusulkan penamaan jalan dan gedung di Limapuluh Kota menggunakan nama-nama pahlawan nasional, serta mendorong perubahan nama Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) dengan nama tokoh pahlawan asal daerah. Selain itu, Yayasan Ibratama memohon dukungan pemerintah daerah untuk rencana pendirian Universitas Islam Tan Malaka.
Bupati Limapuluh Kota, Safni, menyatakan pemerintah daerah akan melanjutkan kolaborasi dengan Yayasan Ibrahim Tan Malaka (Ibratama) agar tempat tersebut semakin banyak dikunjungi. "Kita lanjutkan kolaborasi Pemerintah dengan yayasan, kita jadikan tempat bersejarah bagi wisatawan, sebab masih banyak anak-anak, generasi muda kita yang belum tahu siapa itu Tan Malaka sesungguhnya," ucapnya.
Safni menambahkan, langkah nyata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan akan dilakukan dengan pembebasan lahan untuk peningkatan berbagai fasilitas, termasuk infrastruktur jalan. "Tentu sesuai yang disampaikan Buya (Ferizal Ridwan) tadi, kita hitung dahulu pembebasan lahan, termasuk untuk peningkatan infrastruktur jalan. Kita juga akan jadikan peringatan ini sebagai agenda tahunan," tutupnya.
Ketua panitia Desmar Ayudi menambahkan, rangkaian kegiatan haul tidak hanya berupa upacara dan ziarah, tetapi juga silaturahim dan buka puasa bersama yang sudah dijadwalkan pada Rabu (25/2/2026) di Gedung IPHI Limapuluh Kota, Tanjung Pati. Khairul Apit, Presidium Tan Malakais, menutup acara dengan menyatakan, "Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat ingatan sejarah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat."



