Solok – Ribuan warga memadati Taman Kota Solok pada Minggu (10/5/2026) untuk menyaksikan puncak Gebyar Hadiah Tabungan Bank Nagari periode Agustus 2025 hingga Maret 2026. Acara ini bukan sekadar seremoni pengundian hadiah, melainkan langkah strategis untuk memperkuat literasi keuangan dan budaya menabung di Sumatera Barat.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa dana yang dihimpun dari masyarakat harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah. Menurutnya, tabungan tidak boleh hanya menjadi simpanan pasif, tetapi harus bertransformasi menjadi energi penggerak sektor produktif.
"Budaya menabung merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi. Setiap rupiah yang ditabung masyarakat sesungguhnya ikut menjadi kekuatan pembangunan daerah," ujar Mahyeldi di sela-sela acara.
Ia menambahkan, dana tersebut harus disalurkan kembali untuk membiayai sektor-sektor vital seperti pertanian, industri pengolahan, hingga pariwisata. Mahyeldi juga mengapresiasi transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan yang dilakukan Bank Nagari, yang dinilainya telah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan daerah.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, memastikan bahwa seluruh dana nasabah dikelola secara profesional dan diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia. Ia menyebutkan, hingga akhir 2025, Bank Nagari mencatatkan total aset sebesar Rp33,6 triliun dengan tingkat kesehatan bank yang sangat kuat.
"Bank Nagari akan terus hadir mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami berkomitmen memperluas akses layanan hingga ke pelosok, termasuk daerah kepulauan, melalui penguatan jaringan kantor dan inovasi layanan digital," jelas Gusti.
Puncak acara Gebyar Hadiah Tabungan ini dimeriahkan dengan pengundian berbagai hadiah menarik, mulai dari mobil Toyota Fortuner, Mitsubishi Xpander, Honda Brio, hingga paket umrah dan puluhan unit sepeda motor. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen berkelanjutan antara pemerintah daerah dan Bank Nagari dalam mendorong inklusi keuangan serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Sumatera Barat.






